Toma Alfa E : “Lebih Penting dari 100 Hari Kerja, Adalah Meletakkan Arah dan Fondasi yang Benar”

Metro, lampungsai.com,- Di tengah antusiasme masyarakat menyambut kepemimpinan baru di Kota Metro, tokoh masyarakat dan aktivis senior Toma Alfa Edison menyampaikan pandangan penting tentang arah pembangunan kota. Menurutnya, yang lebih mendesak dari sekadar menjalankan program 100 hari kerja adalah keberanian seorang pemimpin untuk meletakkan fondasi tata kelola yang kuat, sistematis, dan berkelanjutan.

 

Seratus hari hanyalah angka. Tapi arah yang jelas dan pondasi yang benar, itu yang akan menentukan kualitas pemerintahan dalam lima tahun ke depan. Seorang pemimpin tidak diukur dari seberapa cepat ia bergerak, tetapi dari ke mana ia hendak membawa kota ini,” ujar Toma saat ditemui di sela agenda diskusi publik.

 

Sebagai Ketua Aliansi Jurnalis Persada Kota Metro, Toma menyatakan bahwa yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar gebrakan, tapi keteguhan dalam membangun kerangka kerja pemerintahan yang kuat — dari perencanaan, tata birokrasi, hingga pelibatan masyarakat secara bermakna.

 

Toma menegaskan, membenahi kota adalah kerja strategis yang tidak bisa selesai dalam 100 hari, bahkan mungkin belum tampak hasilnya dalam setahun. Namun apabila dilakukan dengan benar, dampaknya akan dirasakan hingga bertahun-tahun ke depan.

 

Banyak yang mengejar cepat, tapi lupa arah. Banyak yang sibuk tampil, tapi lalai membangun sistem. Padahal kota ini tidak butuh pertunjukan. Kota ini butuh perubahan yang menyentuh akar persoalan,” ungkapnya.

 

Menurutnya, salah satu bentuk tanggung jawab seorang pemimpin justru terletak pada kesediaannya untuk menunda pujian, demi memastikan fondasi pemerintahan dibangun dengan prinsip akuntabilitas, integritas, dan keberpihakan pada masyarakat.

 

Toma mengamati bahwa kini telah terlihat pola kerja baru di pemerintahan Kota Metro — lebih tertata, lebih terukur, dan lebih terbuka terhadap partisipasi publik. Ini menurutnya merupakan bagian dari kerja senyap yang tidak selalu tampak di permukaan, namun justru sangat menentukan arah kebijakan ke depan.

 

Bukan gebrakan yang kita tunggu, tapi kejelasan sistem. Bukan panggung, tapi arah. Dan saya melihat itulah yang sedang dibangun saat ini. Kota Metro sedang disiapkan untuk bergerak secara terukur, bukan tergesa-gesa,” ujarnya.

 

Toma juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberi ruang bagi proses pembangunan yang bertahap namun terarah. Menurutnya, Kota Metro tidak sedang butuh pemimpin yang populer, tapi pemimpin yang tahan uji dan konsisten dalam menjalankan nilai.

 

Pemimpin sejati tidak sibuk mengejar kesan. Ia bekerja dalam diam, menata satu demi satu pondasi, dan saat kota ini mulai bergerak maju dengan pasti, barulah kita sadari bahwa kerja-kerja besar memang lahir dari kesabaran dan ketepatan arah,” pungkas Toma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *