Warga, Pemerintah, dan Perusahaan Kolaborasi Normalisasi Irigasi Tambahrejo

Oplus_16908288

Pringsewu Lampungsai.com— Kegiatan normalisasi saluran irigasi di Pekon Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, mulai dilaksanakan pada Jumat (1/5) dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, pemerintah pekon, pihak perusahaan, serta pengawalan dari aparat kepolisian.

 

Puluhan warga bersama aparatur pekon melakukan kerja bakti membersihkan endapan lumpur yang selama ini menghambat aliran air. Pembersihan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik yang dinilai paling terdampak, dengan prioritas pada bagian saluran yang mengalami penyumbatan cukup parah.

 

Selain energi masyarakat, pihak perusahaan juga turut menurunkan alat berat dan tim teknis guna mempercepat proses normalisasi. Penggunaan alat berat difokuskan pada bagian saluran yang mengalami pendangkalan signifikan, sehingga memerlukan penanganan lebih intensif dibandingkan pembersihan manual.

 

Aparat kepolisian hadir untuk melakukan pengamanan dan memastikan kegiatan berjalan tertib serta kondusif. Kehadiran petugas juga bertujuan menjaga koordinasi antar pihak agar proses normalisasi tidak mengalami hambatan di lapangan.

 

Sebelumnya, kondisi saluran irigasi yang dipenuhi pengendapan lumpur menjadi perhatian warga karena berpotensi mengganggu distribusi air ke lahan pertanian. Kekhawatiran tersebut mencuat di tengah masyarakat, mengingat saluran irigasi merupakan sumber utama pengairan bagi sawah dan kebun warga setempat.

 

Kepala pekon setempat menyampaikan bahwa langkah normalisasi ini merupakan bentuk respon cepat atas keluhan masyarakat sekaligus upaya bersama untuk memulihkan fungsi irigasi.

 

“Kami bersama masyarakat bergerak cepat agar saluran ini kembali normal dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani,” ujarnya.

 

Perwakilan perusahaan menyatakan komitmennya untuk ikut bertanggung jawab dalam proses penanganan, termasuk melakukan evaluasi teknis guna mencegah permasalahan serupa di masa mendatang.

 

“Kami tidak hanya membantu proses normalisasi saat ini, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan agar ke depan lebih baik dan berkelanjutan,” kata perwakilan perusahaan.

 

Warga yang terlibat dalam kegiatan gotong royong berharap proses normalisasi dapat segera selesai sehingga aliran air kembali lancar dan aktivitas pertanian tidak terganggu.

 

“Kami ingin saluran ini segera normal kembali, karena ini sangat penting untuk kebutuhan sawah kami,” ujar salah satu warga di lokasi kegiatan.

 

Dari sisi pengamanan, aparat kepolisian menyatakan bahwa kegiatan tersebut berjalan dengan baik berkat koordinasi yang solid antar pihak.

 

“Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Koordinasi antar unsur berjalan cukup baik,” ujar petugas di lapangan.

 

Hingga saat ini, proses normalisasi masih terus berlangsung dengan fokus pada titik-titik yang dinilai paling membutuhkan penanganan segera. Ke depan, pemerintah pekon bersama pihak terkait berencana menyusun langkah antisipatif, termasuk pemeliharaan rutin saluran irigasi.

 

Kolaborasi lintas pihak ini diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan fungsi saluran irigasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dalam pengelolaan infrastruktur lingkungan secara berkelanjutan. (**/Bbg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *