Metro, lampungsai.com,-Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas LKPD Kota Metro Tahun 2023 membuka fakta serius tentang tata kelola keuangan di lingkungan Pemerintah Kota Metro. Di balik opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), terdapat sejumlah temuan substansial: pengadaan yang tidak sesuai kontrak , kegiatan tanpa bukti, piutang daerah yang tidak tertagih, hingga aset daerah yang tidak terdata jelas. Temuan ini menunjukkan bahwa persoalan tata kelola bukan lagi masalah teknis, tetapi sudah menyentuh akar budaya birokrasi yang permisif dan minim pengawasan.
LSM Gerakan Transparansi Rakyat (GETAR) menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi ini, dan sekaligus menyatakan keyakinan bahwa Walikota Metro yang baru memiliki peluang besar untuk menciptakan perubahan mendasar. Aktivis GETAR, Toma Alfa Edison, menyatakan:
“Kita menyambut Walikota baru dengan harapan tinggi. Ini adalah kesempatan bersejarah untuk menata ulang sistem dan mengakhiri budaya tutup mata terhadap penyimpangan. GETAR siap mendukung langkah-langkah bersih-bersih birokrasi yang tegas dan terukur.”
GETAR menyerukan agar Walikota Metro segera mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pejabat yang terindikasi lalai atau terlibat dalam temuan BPK secara berulang.
2. Menginstruksikan transparansi tindak lanjut setiap temuan agar publik dapat mengawasi progres perbaikannya.
3. Membentuk tim pengawas independen dari unsur masyarakat sipil, akademisi, dan auditor internal untuk mengawal proses pembenahan.
4. Memberikan sanksi tegas kepada pejabat yang menghambat atau mencoba menutupi penyimpangan, sebagai bentuk komitmen terhadap integritas.
5. Mengubah sistem penghargaan dan hukuman di lingkungan birokrasi menjadi berbasis kinerja dan integritas.
GETAR percaya, Walikota baru adalah harapan bagi masyarakat Metro yang selama ini kecewa dengan lemahnya pengawasan dan minimnya akuntabilitas di tingkat pelaksana. Sudah saatnya birokrasi Kota Metro memiliki wajah baru: jujur, terbuka, dan profesional.
“Kami yakin, jika Walikota mengambil posisi tegas dan tidak memberi ruang bagi kompromi terhadap pelanggaran, maka sistem akan berubah. Banyak pejabat baik yang hanya butuh pemimpin berani untuk berdiri di depan,” tambah Toma.
GETAR juga mengajak masyarakat untuk memberi dukungan dan ruang gerak kepada Walikota agar mampu membersihkan birokrasi tanpa tekanan politik. Karena keberhasilan perubahan ini akan menjadi kemenangan bersama.
“Kami tidak akan diam, tapi kami juga tidak akan hanya mencela. Kami siap berdiri di samping pemimpin yang berani dan berpihak pada rakyat,” tutup Toma.












