Metro, Lampungsai.com – Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Kota Metro, Aan Baron, menyampaikan pandangannya tentang kepemimpinan ideal yang seharusnya dimiliki oleh seorang Wali Kota. Menurutnya, pemimpin daerah harus hadir dengan keteladanan, sikap tegas, serta kerja nyata yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.
Rakyat sekarang tidak menilai pemimpin dari seberapa sering tampil di media, tapi dari hal-hal kecil yang mereka rasakan setiap hari. Jalan yang rusak diperbaiki, lampu jalan menyala, pelayanan publik mudah diakses—itu semua lebih bermakna dari sekadar seremonial,” ujar Aan, Selasa (1/7/2025).
Baron menekankan bahwa kerja nyata tidak selalu harus spektakuler, namun harus menyentuh langsung kebutuhan warga. Ia menyebut bahwa masih banyak masyarakat yang mengeluhkan fasilitas dasar, seperti infrastruktur lingkungan dan penerangan jalan umum.
Jangan abaikan yang dekat dengan rakyat. Hal seperti jalan gang yang berlubang atau lampu jalan yang mati itu bisa jadi masalah besar bagi warga. Karena itu, pemimpin harus punya kepekaan terhadap kebutuhan paling dasar,” katanya.
Menurut Baron, semua kerja tersebut harus ditopang oleh cara pemimpin mengelola kekuasaan dengan benar. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan bukan ruang untuk kepentingan politik sempit, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan hati-hati dan jujur.
Wali Kota harus menjaga integritas. Jangan gunakan jabatan untuk bagi-bagi proyek atau urusan kelompok tertentu. Harus fokus ke rakyat. APBD itu uang rakyat, dan harus kembali ke rakyat dalam bentuk manfaat,” jelasnya.
Ia juga menyoroti soal arah pembangunan di Kota Metro. Menurutnya, pembangunan harus dilakukan secara adil dan menyeluruh, tanpa membeda-bedakan wilayah atau tingkat kepentingan politik.
Semua wilayah harus mendapat perhatian yang sama. Baik itu di pusat kota, pinggiran, kelurahan, bahkan sampai ke tingkatan RT. Warga di mana pun tinggal, mereka punya hak yang sama untuk menikmati jalan bagus, air bersih, penerangan, dan fasilitas umum yang layak,” ungkap Aan.
Bagi baron, kemampuan Wali Kota dalam mengatur birokrasi juga tak kalah penting. Ia menyebut, pemimpin yang baik harus mampu menegakkan disiplin dan kinerja para pejabat di bawahnya agar pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan optimal.
Kalau lurah, camat, atau kepala dinas tidak kerja maksimal, Wali Kota jangan diam. Pemimpin harus bisa mengatur timnya. Kalau tidak bisa dikendalikan, ganti. Karena kalau pelayanan lambat, yang disalahkan tetap Wali Kota,” ucapnya tegas.
Lebih lanjut, baron berharap pemimpin kota bisa menjaga kesederhanaan dan tetap dekat dengan rakyat. Ia menilai, rakyat akan lebih percaya dan menghormati pemimpin yang mudah diajak bicara dan benar-benar mau turun ke lapangan.
Jangan sibuk di balik meja. Temui rakyat, dengar langsung keluhannya. Pemimpin yang merakyat bukan yang banyak bicara, tapi yang banyak mendengar dan bekerja,” tambahnya.
Sebagai Ketua GRIB Kota Metro, baron menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya pemerintahan. Ia menegaskan bahwa GRIB siap menjadi mitra kritis yang adil dan bertanggung jawab.
Kami akan dukung Wali Kota yang bekerja jujur dan benar. Tapi kalau ada penyimpangan, kami tidak akan tinggal diam. Kota ini milik semua warga, dan harus kita jaga bersama,” pungkas Aan Baron.(rls)












