Pembangunan Tak Kunjung Dimulai, Banjir Lagi Siapa Peduli?”

Oleh: Toma Alfa Edison – Ketua Umum Aliansi Jurnalis Persada

Kita sudah memasuki akhir Juli. Tapi proyek-proyek jalan dan irigasi di Kota Metro masih seperti awan mendung yang belum juga menurunkan hujan—dinanti tapi tak kunjung datang. Padahal anggaran sudah disahkan sejak awal tahun. Kertas kerja sudah disusun, janji-janji pembangunan sudah dilontarkan. Tapi kenyataan di lapangan masih kosong, dan masyarakat kembali bertanya: “Kapan dimulai?”

Situasi ini menggelitik. Sebab kalau proyek baru mulai Agustus—atau bahkan lebih molor lagi—waktu pelaksanaan akan sangat sempit. Sebentar lagi musim hujan datang. Kota Metro, yang sudah punya catatan rutin soal banjir lokal, tentu akan makin rentan. Di banyak titik, hujan lebat langsung menghasilkan genangan, bahkan masuk ke rumah warga. Harusnya, ini jadi alarm serius, bukan sekadar rutinitas tahunan yang dimaklumi.

Kita semua tahu, membangun itu perlu waktu. Tapi yang lebih penting dari membangun adalah kapan memulainya. Semakin terlambat proyek dikerjakan, semakin terburu-buru nanti hasilnya. Dan ketika pembangunan dikebut hanya karena takut anggaran hangus, kualitas sering jadi korban. Jalan baru cepat rusak, saluran irigasi tak berfungsi optimal, dan warga tetap terjebak pada masalah yang itu-itu saja.

Sebagai pemerhati kebijakan dan anggaran, saya menilai ini bukan sekadar soal teknis atau kendala di lapangan. Ini soal cara pemerintah merencanakan dan mengeksekusi. Jangan sampai proses penganggaran yang panjang dan melelahkan, justru berakhir sia-sia karena pelaksanaan yang lamban.

Pemerintah Kota Metro harus lebih serius. Jangan tunggu warga kecewa baru sibuk menjelaskan. Kami, para jurnalis dan aktivis, tidak sedang mencari-cari kesalahan. Kami hanya ingin melihat anggaran digunakan tepat waktu, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi rakyat.

Karena kalau semua hanya menunggu dan menunggu, jangan salahkan hujan ketika banjir kembali datang. Mungkin bukan langit yang salah, tapi kita yang terlalu lambat bergerak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *