Metro, Lampungsai.com – Aliansi Jurnalis Persada (AJP) menyoroti tajam kebijakan pembangunan jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Metro yang dinilai tidak berlandaskan pada skala prioritas kebutuhan masyarakat.
Ketua Umum AJP, Toma Alfa Edison, mengungkapkan keprihatinannya atas sejumlah proyek perbaikan jalan yang justru menyasar ruas yang masih dalam kondisi baik, sementara jalan-jalan yang mengalami kerusakan berat dibiarkan begitu saja tanpa penanganan.
Contohnya Jalan AR Prawiranegara yang masih mulus tapi justru dilapisi ulang dengan aspal. Sementara jalan rusak parah di belakang Rumah Sakit Muhammadiyah yang setiap hari dilalui warga dan pasien, justru tak tersentuh pembangunan. Ini seperti memoles muka yang sudah mulus tapi membiarkan bokong tetap kurapan,” tegas Toma, Rabu (10/7/2025).
Kondisi jalan rusak di belakang RS Muhammadiyah memang dikeluhkan oleh banyak warga. Hartanto, salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi tersebut, mengaku prihatin dengan kondisi jalan yang semakin membahayakan pengguna.
Kami tiap hari lewat sini, lubangnya makin dalam. Kalau hujan, air tergenang dan orang bisa jatuh. Belum lagi ambulans yang bawa pasien harus pelan-pelan lewat sini. Sudah lama kami harapkan ada perbaikan, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda diperbaiki,” keluh Hartanto kepada awak media.
AJP menilai situasi ini mencerminkan lemahnya perencanaan berbasis kebutuhan riil di lapangan. Masyarakat pun dibuat heran dengan proyek pelapisan aspal di jalan-jalan yang masih layak digunakan.
Kami menduga kuat ada aroma proyek seremonial dan penghamburan anggaran. Jangan sampai ini jadi ajang mempercantik tampilan kota semu demi pencitraan, padahal kenyataan di lapangan penuh lubang dan ketidakadilan pembangunan,” tambah Toma.
Aliansi Jurnalis Persada mendesak Walikota Metro agar melakukan evaluasi total terhadap program Dinas PU serta memastikan pembangunan infrastruktur dilakukan secara adil, transparan, dan berbasis kebutuhan prioritas.(red)












