Pringsewu, lampungsai – Sektor perindustrian menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Di Kabupaten Pringsewu, potensi industri kecil dan menengah (IKM) cukup besar dengan ragam produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi serta karakteristik khas daerah.
Namun demikian, pelaku industri masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya kapasitas manajerial dan kewirausahaan yang terbatas, minimnya akses terhadap teknologi dan inovasi, serta dukungan pengembangan produk dan pemasaran yang belum optimal.
Menjawab kondisi tersebut, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pringsewu, Rika Kartini, S.Sos., menggagas inisiatif strategis melalui penguatan fungsi inkubasi bisnis.
“Program INDAH (Inovasi dan Daya Saing Industri Melalui Inkubasi dan Harmoni) dirancang untuk mengoptimalkan kinerja perindustrian guna mendorong pertumbuhan bisnis yang inovatif, tangguh, dan berdaya saing,” ujar Rika Kartini, Kamis (11/9).
Program tersebut menyediakan wadah terintegrasi bagi pelaku IKM untuk meningkatkan daya saing dan inovasi. Kegiatannya meliputi penguatan model bisnis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, fasilitasi produksi, hingga perluasan akses pasar.
Sebagai bagian dari implementasi, Program INDAH telah menggelar pendampingan legalitas usaha, mentoring, dan coaching secara virtual. Kegiatan ini diikuti 170 peserta yang mendaftar melalui tautan daring. Pendampingan melibatkan Ketua Dekranasda Kabupaten Pringsewu, Kepala Dinas PTSP, pelaku usaha, penyelia halal, serta akademisi.
Rika menyebut keberhasilan program ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Kepala Dinas sebagai mentor, Bupati dan Sekretaris Daerah Pringsewu, Ketua Dekranasda, tim efektif, hingga pelaku usaha dan akademisi.
Melalui Program INDAH, pemerintah daerah berharap pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal semakin kuat sehingga dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat menuju “Pringsewu Makmur.” (Bbg)












