LampungSelatan — Menjelang pergantian tahun, Kabupaten Lampung Selatan kini bersiap menjadi benteng kesehatan di pintu gerbang Pulau Sumatera. Menghadapi momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Kesehatan telah menetapkan status kesiapan total. Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan strategi besar yang melibatkan pengoperasian sebelas posko kesehatan di berbagai titik vital guna memantau arus mobilitas masyarakat yang diprediksi akan meningkat tajam.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Sumantri, menekankan bahwa seluruh kekuatan medis telah disiagakan untuk memberikan pertolongan pertama secara cepat, terutama di titik-titik kepadatan lalu lintas dan pusat keramaian. Komitmen ini didorong oleh dukungan penuh anggaran APBD kabupaten serta kolaborasi erat dengan organisasi profesi kesehatan di wilayah tersebut, demi memastikan setiap warga maupun pelancong mendapatkan jaminan layanan medis yang optimal.
Namun, tantangan yang dihadapi bukan hanya soal kemacetan. Mengingat posisi geografis Lampung Selatan yang unik sekaligus menantang, fokus pengamanan juga diarahkan pada mitigasi bencana. Koordinator Public Safety Center (PSC) 119, Eka Dedy Prasetyawan, menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang kerap dipicu oleh cuaca ekstrem di akhir tahun. Selain itu, pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap menjadi prioritas utama dalam memetakan risiko darurat.
Dalam sistem pengamanan ini, PSC 119 bertindak sebagai urat nadi respons cepat yang beroperasi selama 24 jam penuh. Tim ini disiapkan tidak hanya untuk menangani kecelakaan lalu lintas, tetapi juga sebagai garda depan jika terjadi situasi darurat bencana alam. Melalui integrasi jaringan ambulans di seluruh wilayah, kecepatan waktu tanggap menjadi kunci utama dalam menyelamatkan nyawa.
Guna meminimalisir dampak krisis, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dengan mengedepankan prinsip kewaspadaan. Langkah awal yang sangat disarankan adalah selalu merujuk pada kanal informasi resmi seperti BMKG dan PVMBG untuk menghindari simpang siur berita palsu terkait cuaca maupun aktivitas vulkanik.
Selain itu, kesadaran mandiri seperti menyiapkan tas siaga bencana menjadi sangat krusial, terutama bagi mereka yang berdomisili atau sedang berwisata di sepanjang jalur pantai. Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan darurat 119 jika menemui kondisi kegawatdaruratan medis. Dengan sinergi antara kesiapsiagaan pemerintah dan kedisiplinan publik, diharapkan perayaan penghujung tahun di Lampung Selatan dapat berlangsung dengan aman, tenang, dan terkendali.












