FPN 2025 Jadi Panggung Anti-Pungli: Dishub Metro Pastikan Tarif Parkir Resmi dan Terjangkau

Metro, Lampungsai.com – Festival Putri Nuban (FPN) 2025 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-88 Kota Metro tak hanya menyajikan hiburan gratis bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ajang nyata komitmen Pemerintah Kota Metro dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli), khususnya di sektor perparkiran.

 

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Metro melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran menegaskan bahwa selama penyelenggaraan festival, tarif parkir resmi tidak akan melebihi Rp 3.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat. Kebijakan ini diambil guna menjamin kenyamanan dan rasa aman pengunjung serta memutus peluang terjadinya pungli yang sering mencoreng wajah pelayanan publik.

 

Kepala UPT Perparkiran Dishub Metro, Badri Khotib, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi menyeluruh kepada seluruh juru parkir yang bertugas selama FPN berlangsung. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif guna memastikan tidak adanya penyimpangan di lapangan, khususnya dalam praktik penarikan retribusi.

 

Kami pastikan tarif parkir tidak akan melebihi ketentuan. Ini telah kami sampaikan kepada semua juru parkir yang terlibat,” ujar Badri saat ditemui di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Terminal Mulyojati 16C, Metro Barat, usai pembukaan FPN, Senin (9/6/2025).

 

Dishub juga menyiagakan petugas pengawas di sejumlah titik strategis untuk memastikan penerapan tarif yang telah ditentukan berjalan sesuai aturan. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak segan melaporkan jika menemukan pelanggaran.

 

Kami minta masyarakat berani melapor. Kalau ada yang menarik lebih dari tarif resmi, silakan laporkan langsung ke petugas kami di lapangan atau melalui call center Dishub. Kami akan tindak tegas setiap bentuk pelanggaran,” tegasnya.

 

Untuk memperkuat pengawasan, Dishub juga tengah mempertimbangkan pendirian pos pengaduan cepat serta pemasangan spanduk informasi tarif resmi di beberapa titik masuk area festival guna mencegah terjadinya disinformasi dan pungutan liar.

 

FPN 2025 sendiri terasa istimewa. Selain menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kota Metro, tahun ini festival untuk pertama kalinya digelar di luar kawasan ikonik Samber Park. Pemilihan RTH Terminal Mulyojati 16C, Kecamatan Metro Barat, sebagai lokasi utama perayaan, mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan berhasil menyedot perhatian ribuan pengunjung dari berbagai penjuru kota.

 

Salah satu panitia pelaksana, Toma Alfa Edison, menyampaikan bahwa pemilihan lokasi baru tersebut merupakan langkah strategis untuk mendorong pemerataan ekonomi masyarakat.

 

Kawasan RTH Mulyojati 16C memiliki potensi sebagai ruang publik yang luas dan representatif. Hasilnya sangat positif, antusiasme warga luar biasa. Ini bagian dari upaya kami mendekatkan potensi ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM, ke wilayah yang sebelumnya kurang tersentuh event berskala besar,” ungkapnya.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan ribuan warga memadati lokasi sejak sore hingga malam hari. Mereka disuguhkan berbagai pertunjukan budaya, pentas seni, hingga bazar UMKM yang menambah semarak suasana.

 

Meski seluruh hiburan disajikan secara cuma-cuma, pengelolaan fasilitas pendukung—terutama parkir—menjadi perhatian serius. Dishub menyadari bahwa parkir kerap menjadi celah terjadinya pungli, yang bukan hanya merugikan warga tetapi juga mencoreng citra pemerintah.

 

Dengan memastikan tarif parkir yang transparan dan sesuai aturan, Dishub ingin memastikan masyarakat dapat menikmati hiburan dengan tenang dan tanpa beban. Bukan hanya soal nominal, tetapi tentang kepercayaan publik terhadap tata kelola fasilitas umum yang bersih dan profesional.

 

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota Metro berkomitmen membangun tata kelola pelayanan publik yang modern dan berpihak kepada masyarakat. Penertiban praktik-praktik kecil namun meresahkan seperti pungli menjadi bagian penting dalam transformasi birokrasi yang lebih humanis dan berintegritas.

 

Kebijakan ini juga disambut positif oleh masyarakat. Salah seorang pengunjung, Sulastri (38), warga Mulyosari, Metro Barat, mengaku senang dengan penetapan tarif parkir yang wajar.

 

Biasanya kalau ada acara besar, parkir bisa Rp 10 ribu bahkan lebih. Sekarang cuma Rp 3 ribu, dan itu pun resmi. Saya senang sekali, jadi lebih nyaman,” tuturnya.

 

FPN 2025 bukan sekadar pesta rakyat, melainkan juga panggung bagi pemerintah menunjukkan komitmen terhadap pelayanan publik yang bersih dan ramah. Jika komitmen ini terus dijaga, bukan tidak mungkin Kota Metro akan menjadi contoh tata kelola publik terbaik di tingkat nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *