Pringsewu lampungsai.com – Nyali pelaksanaan di Kabupaten Pringsewu akhirnya teruji. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di gedung DPRD, Kamis (22/01/2026), Komisi IV secara tegas holds sambutannya terhadap pelayanan kesehatan yang diungkapkan oleh DPRD PWRI Pringsewu terkait tragedi kematian pasien laka berinisial AS
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh jajaran KSB DPC PWRI Pringsewu, yakni Ketua Rio Batin Laksana (RBL), Sekretaris Ari Setiawan, Bendahara Bambang, serta staf didampingi Dani. Sementara dari pihak legislatif, hadir 7 anggota Komisi IV yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi, Hi. Agus Irwanto SE Turut hadir sebagai pihak pemerintah, perwakilan Dinas Kesehatan Pringsewu yang dipimpin Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes), Darli, beserta staf.
Ketua Komisi IV DPRD Pringsewu, Agus Irwanto, tidak menutupi kegeramannya. Ia menyebut temuan investigasi PWRI sebagai “Catatan Buruk” yang mencoreng kredibilitas kabupaten. Ia bahkan secara terbuka menggambarkan buruknya layanan kesehatan dengan skor anjloknya Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK untuk Pringsewu, sejak tahun 2024.
“Ini masukan yang sangat baik dan menjadi cambuk buat Komisi IV, terutama untuk memacu semangat kami melakukan pengawasan lapangan terhadap rumah sakit. Berita-berita yang muncul ini menurunkan kredibilitas pelayanan di kabupaten, kenapa kita tidak bisa mempertahankannya?” tegas Agus Irwanto dengan nada bicara yang berwibawa.
Dalam forum tersebut, DPRD memposisikan diri sebagai pembela hak masyarakat. Agus Irwanto, Ketua Komisi IV menegaskan, bahwa rumah sakit swasta tidak boleh sekedar mencari keuntungan, namun harus memberikan layanan kemanusiaan yang prima.
“RS swasta banyak yang menerima manfaat yang besar, sehingga kita sebagai masyarakat berhak menuntut layanan terbaik. Ini catatan buruk yang menjadi cambuk bagi Dinkes untuk melakukan pelatihan secara serius,” tambahnya.
Meski perwakilan Dinas Kesehatan, mencoba memberikan pembelaan teknis mengenai Golden Time 60 menit dan prosedur administrasi biaya Rp 50 juta di RS Surya Asih, namun pihak Komisi IV tetap berkomitmen menjadikan temuan PWRI ini sebagai dasar evaluasi tingkat tinggi.
Menutup rapat, Agus Irwanto berjanji akan menyusun langkah-langkah strategi untuk menata ulang pelayanan kesehatan di Bumi Jejama Secancanan. “Ini tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat. Kami akan menjadikan bahan masukan ini kepada Dinkes agar dilaporkan kepada Bupati sebagai pimpinan tertinggi bahwa pelayanan di lapangan belum dilaksanakan secara maksimal,” tutupnya. (Tim).












