Kolaborasi CV. Karya Sentosa Makmur dan Petani Lampung Selatan Berbuah Panen Raya

LampungSelatan — Suasana penuh semangat mewarnai kegiatan panen raya padi penangkaran varietas Inpago Fortis yang digelar di Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata keberhasilan petani dalam mengembangkan varietas unggul tahan kering di wilayah yang sebelumnya didominasi oleh tanaman singkong. 

Panen kali ini dilakukan di atas lahan seluas 50 hektare milik kelompok tani yang bekerja sama dengan CV. Karya Sentosa Makmur , dengan masa tanam April hingga Oktober 2025, hasil yang diperoleh tergolong tinggi, mencapai 7 hingga 8 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.

Menurut Paidin,salah seorang anggota kelompok tani mengungkapkan, keberhasilan ini tidak lepas dari penerapan pola tanam yang baik dan pemilihan varietas unggul. “Varietas Inpago Fortis terbukti adaptif di lahan kering, tumbuh seragam, dan menghasilkan bulir padat. Ini menjadi bukti bahwa lahan peralihan dari singkong pun bisa produktif jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari CV. Karya Sentosa Makmur , Asep Brianzuki menyampaikan bahwa penangkaran ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Kementerian Pertanian (Kementan) dan Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperluas areal tanam padi gogo sebagai alternatif untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.

“Kerja sama dengan petani seperti Pak Paidin adalah bentuk sinergi nyata antara dunia usaha dan masyarakat tani. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong lahirnya penangkar-penangkar benih unggul di Lampung Selatan yang mampu menyediakan benih berkualitas untuk wilayah sekitarnya,” ujar Asep.

Kepala Dinas Pertanian Lampung Selatan dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi atas keberhasilan ini. Ia menilai bahwa pengembangan varietas Inpago Fortis sangat relevan untuk mendukung kemandirian benih dan peningkatan produktivitas padi di daerah-daerah tadah hujan.

Panen raya ini diharapkan menjadi inspirasi bagi petani lain untuk beralih dari tanaman semusim seperti singkong menuju usahatani padi lahan kering yang lebih berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi. Selain meningkatkan pendapatan petani, keberhasilan ini juga memperkuat komitmen daerah dalam mendukung program “Lampung Berjaya di Sektor Pertanian”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *