Ketika Polisi Turun ke Dermaga: Cerita Harapan Warga Pulau Sebesi

Lampung Selatan — Pagi itu, dermaga Desa Tejang Pulau Sebesi terlihat lebih ramai dari biasanya. Di antara hembusan angin laut, ratusan warga berbaris rapi, menunggu giliran. Bukan kapal yang mereka nanti, melainkan bantuan beras murah dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). 

Di tengah naiknya harga beras di pasaran, program yang digagas Polsek Kalianda bekerja sama dengan Bulog Cabang Lampung Selatan ini menjadi secercah harapan. Sebanyak 8 ton beras dikemas rapi dalam karung 5 kilogram. Harganya? Hanya Rp 11.000 per kilogram, jauh lebih ringan bagi kantong masyarakat.

“Kami tidak ingin masyarakat terbebani oleh kenaikan harga pangan,” ujar Aipda Deni Meydistira, perwakilan Polsek Kalianda, saat menyalurkan beras di dermaga. “Ini bentuk kepedulian kami, agar semua warga tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya.”

Satu per satu warga pulau menerima karung beras dengan wajah lega. Bagi banyak keluarga, ini bukan sekadar bantuan pangan — tapi napas tambahan di tengah tekanan ekonomi.

> “Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Harga di pasar sekarang berat bagi kami,” kata seorang warga, sambil menggendong beras yang baru diterima.

 

Program SPHP ini bukan kali pertama dilakukan. Polsek Kalianda menegaskan, aksi pasar murah akan terus digelar secara berkala di berbagai titik Lampung Selatan. Harapannya sederhana: harga stabil, masyarakat tenang.

Bagi warga Pulau Sebesi, Jumat (17/10/2025) itu bukan hanya soal beras murah — tapi tentang rasa hadirnya negara di saat mereka benar-benar membutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *