Tanggamus Lampungsai– Karnaval budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 berlangsung meriah di Kecamatan Talang Padang, Tanggamus. Setelah melalui proses penilaian dari panitia, Pekon Negeri Agung berhasil meraih gelar Juara menyisihkan peserta lain dengan penampilan ikonik “Sang Naga Hitam”.
Penampilan spektakuler tersebut menjadi daya tarik utama karnaval. Dengan kostum dan atraksi khas, Sang Naga Hitam menyedot perhatian penonton dan juri. Tahun sebelumnya, Pekon Negeri Agung juga berhasil merebut hati masyarakat lewat ikon “Naga Kembar Hitam dan Putih”. Empat tahun berturut-turut, kreativitas masyarakat Negeri Agung membuahkan prestasi yang membanggakan.
Atraksi Naga yang diusung warga Negeri Agung bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga simbol kekompakan dan semangat gotong royong. Persiapan dilakukan secara swadaya dengan melibatkan pemuda, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai kalangan.
“Semua murni dari semangat warga. Mereka meluangkan waktu, tenaga, bahkan ide kreatif tanpa berharap imbalan. Ini yang membuat saya sangat bangga,” ujar Kepala Pekon Negeri Agung, Arif Granada, usai menerima pengumuman juara.
Arif menambahkan, keberhasilan ini bukan hanya milik panitia atau tim kreatif, tetapi seluruh masyarakat yang kompak menyukseskan acara. Menurutnya, kreativitas warga adalah modal penting untuk menjaga tradisi karnaval budaya agar tetap hidup setiap tahun.
Meski ikon Sang Naga Hitam akan “beristirahat” hingga karnaval berikutnya, masyarakat telah menanti-nantikan kejutan di tahun 2026. Apakah Naga Hitam akan kembali bersanding dengan Naga Kembar, atau lahir ikon baru dari tangan kreatif warga Negeri Agung? Pertanyaan itu menjadi tanda tanya yang memantik rasa penasaran masyarakat.
“Setiap tahun selalu ada yang berbeda. Kami tidak ingin berhenti berinovasi. InsyaAllah tahun depan kita hadir lagi dengan kejutan baru,” kata salah seorang pemuda Negeri Agung yang terlibat dalam tim kreatif.
Keberhasilan Negeri Agung meraih juara 1 katagori Pawai umum empat tahun beruntun menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat di tengah masyarakat. Kreativitas yang lahir tanpa bayaran, murni dari keikhlasan, menjadi kekuatan utama.
“Prestasi ini adalah hasil kerja keras bersama. Saya berharap semangat ini bisa terus dijaga, bukan hanya untuk karnaval, tetapi juga untuk kegiatan pembangunan desa,” tambah Arif Granada.
Karnaval budaya di Talang Padang tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan antarwarga. Kehadiran ikon-ikon kreatif seperti Sang Naga Hitam menjadi bukti nyata bahwa tradisi lokal bisa terus hidup sekaligus menghibur masyarakat luas.
Dengan prestasi yang kembali diraih, Pekon Negeri Agung semakin dikenal sebagai pekon yang penuh inovasi. Kreativitas tanpa batas dari warganya diharapkan menjadi inspirasi bagi pekon-pekon lain di Kecamatan Talang Padang maupun daerah sekitarnya. (RA)












