Tulangbawang – Sejumlah warga Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (24/02/2026).
Data sementara menyebutkan, dua siswa SD Negeri 2 Kibang, tiga anak TK Torres Menggala Tengah, satu orang dewasa, dan satu balita turut terdampak. Seluruhnya merupakan warga Kecamatan Menggala.

Informasi yang dihimpun, dua siswa berinisial IMa (6) dan IM (6), serta seorang warga lanjut usia Yus (65), dilarikan ke RSUD Menggala setelah mengalami keluhan sakit perut dan muntah-muntah. Gejala tersebut muncul usai menyantap menu MBG yang diduga berisi telur asin, susu, dan jajanan.
Direktur RSUD Menggala, Ellys Meritusi, membenarkan adanya pasien yang menjalani perawatan akibat dugaan keracunan tersebut.
“Benar, terdapat tiga orang yang dirawat di RSUD Menggala,” ujarnya saat dimintai keterangan.
Namun demikian, pihak rumah sakit belum dapat memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Hasil pemeriksaan medis dan uji laboratorium masih dinantikan untuk memastikan sumber keracunan.
Sementara itu, empat siswa lainnya dilaporkan mengalami gejala serupa dan menjalani perawatan di Klinik Medical Center Menggala. Satu orang telah diperbolehkan pulang, sedangkan tiga lainnya masih dalam pengawasan medis hingga berita ini diterbitkan.
Pihak sekolah yang dihubungi belum dapat memberikan keterangan resmi terkait kronologi kejadian.

Menanggapi peristiwa tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulangbawang, Ferli Yuledi, selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas), menyatakan pihaknya telah memerintahkan jajaran terkait untuk melakukan penelusuran mendalam dan berkoordinasi dengan tim, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Kita teliti secara detail. Untuk tindakan selanjutnya, kita tunggu hasil audit dan laboratorium besok serta seluruh informasi yang masuk,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang beredar hingga pukul 21.00 WIB, jumlah warga yang diduga terdampak mencapai 17 orang. Namun, data tersebut masih dalam proses pendataan dan verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.












