Metro — Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) resmi memulai proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dengan nilai anggaran Rp10,4 miliar. Proyek tersebut tercatat dalam sistem pengadaan barang dan jasa Pemkot Metro serta bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.
Pembangunan Labkesmas ini digadang sebagai langkah strategis Pemkot Metro dalam memperkuat sistem layanan kesehatan masyarakat. Keberadaan laboratorium tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi pusat deteksi dini berbagai penyakit, baik menular maupun tidak menular, serta menunjang program kesehatan publik secara lebih komprehensif.
Berdasarkan data layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), tender proyek ini dimenangkan oleh CV Indra Putra Subing sebagai pelaksana kegiatan. Dari total pagu anggaran Rp10,4 miliar, nilai kontrak yang disepakati sebesar Rp9,3 miliar dengan jangka waktu pengerjaan selama 150 hari kalender. Untuk memastikan kualitas pelaksanaan proyek, pengawasan dipercayakan kepada CV Denmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, menegaskan bahwa pembangunan Labkesmas ini tidak hanya sebatas fisik, melainkan juga bagian dari upaya meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan daerah dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.
“Labkesmas akan menjadi garda terdepan dalam pemeriksaan dan pengendalian penyakit. Harapannya, Metro dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan terintegrasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, progres pembangunan tengah berjalan sesuai jadwal. Masyarakat pun menaruh harapan besar agar proyek senilai miliaran rupiah ini benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran, bukan sekadar proyek infrastruktur semata.
( Red / Dha )












