Warga Pekon Betung Tanggamus Keluhkan Bangunan Rabat Beton Buruk, Inspektorat Harus Turun

0
488
Jalan Rabat Beton menuju Sungai di Pekon Betung Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus./AJOI

Tanggamus, Lampungsai.com – Warga Pekon Betung, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, keluhkan buruknya kualitas bangunan Rabat Beton dari Dana Desa (DD) TA 2019, yang dibangun Pj. Kepala Pekon. Warga menilai pembangunan tersebut tidak sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB).

Menyikapi hal ini, Senin, 02 Desember 2019, dua  LSM di Kabupaten Tanggamus (LSM GMBI dan LSM MP3) bersama tim media yang tergabung di AJOI DPC Tanggamus, melakukan kroscek informasi yang disampaikan warga Pekon setempat.

Dilokasi Pekon Betung, warga menunjukkan lokasi bangunan Rabat Beton terkait. Mamo (42) salah satu warga setempat mengungkapkan bahwa, pembangunan Rabat Beton tersebut tidak ada papan informasi pagu anggaran kegiatan dan tidak ada pemberdayaan masyarakat, hanya TPK saja yang terlibat.

“Pembangunan Rabat beton itu lebarnya kurang lebih 3 Meter, di bagi menjadi dua, 1 Jalan selebar 1 Meter menjadi dua bagian dan di tengah kosong, panjang sekitar 150 meter jalan menuju sungai. Bangunannya itu tidak sesuai harapan masyarakat, hasil bangunannya kalo di injak pakai kaki bisa hancur,”ungkap Mamo.

Masih menurut Mamo, masyarakat  berharap agar pembangunan tersebut segera di tindak lanjuti oleh pemerintah daerah agar pemanfaatannya bisa maksimal dan dapat dikerjakan ulang sesuai RAB yang ada. Artinya, mewakili warga setempat, merasa kecewa dan mendesak untuk di perbaiki atau dikerjakan ulang. Selain itu, meminta kepada pihak Inspektorat turun langsung melihat dan memeriksa kondisi bangunan.

Sementara itu, Camat Pematang Sawa, Agus Somad mengatakan bahwa, pihak Kecamatan sudah menegur Pj Kakon Pematang Sawa secara tertulis.Pada prinsipnya pihak Kecamatan telah melakukan fungsi pengawasan dan telah melayangkan surat klarifikasi terkait beredarnya informasi adanya dugaan pembangunan Rabat Beton diduga tidak sesuai RAB.

“Dari ini, Pj Kepala Pekon Betung menyikapi surat yang di layangkan dan akan segera berkoordinasi dengan TPK, untuk  perbaikan pekerjaan Rabat Beton yang di persoalkan warga lewat media,”ujarnya.

Dilokasi, Ketua LSM GMBI Distrik Tanggamus, Amroni Abd mengungkapkan bahwa, kontruksi pengerjaan pembangunan Rabat Beton tersebut hingga Senin, 02 Desember 2019 masih terlihat seperti yang selama ini dikeluhkan masyarakat setempat.

Sesuai hasil cek lokasi, kondisi pembangunan tersebut patut dipersoalkan dan terindikasi menyalahi aturan. Setiap pembangunan yang menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD), harusnya di pasang papan informasi kegiatan. “Bangunan itu untuk masyarakat, harusnya koordinasi dengan masyarakat. Tentunya kami berharap Inspektorat secepatnya bisa turun langsung melihat kondisi bangunan yang di kerjakan oleh Pj Kakon tahun 2019.

“Saya berharap apa yang diinginkan masyarakat bisa didengar dan di kerjakan sesuai RAB, jangan asal membangun begit. Jangan karena pembangunannya di pedalaman (pelosok), sehingga semau pihak aparatur Desa dan Pemerintah, semaunya melaksanakan kegiatan pembangunan fisik. Harus ada ketegasan atas hal ini jika memang ingin pembangunan infrastruktur Desa yang ada di Tanggamus berkualitas dan baik,”tegasnya. (AJOI)

LEAVE A REPLY