Warga Dua Pekon Harap Pemkab Tanggamus Bangun Jembatan Jualang

0
181
Warga Jualang saat menunjukan lokasi yang akan di bangun jembatan oleh Pemkab Tanggamus, 1990 an lalu./Budi WM

Tanggamus, Lampungsai.com  – Puluhan tahun Jalan  poros penghubung dua Pekon (Pekon Kotaagung kampung Dusun Jualang – Pekon Kedamaian Dusun Pasir Muncang), putus akibat tanah terkikis air sungai jualang. Kondisi itu diharapkan warga dua dusun kepada Pemerintah dapat membangun jembatan, namun tak pernah terealisasi.

“Sudah puluhan tahun kondisi jalan terputus, tentu puluhan tahun juga warga berharap dibangun Jembatan. Selama itu juga tidak pernah terealisasi oleh pemerintah, meskipun sudah diajukan berulang-ulang ke pemerintah, termasuk dalam Musrenbangkel, Kecamatan bahkan mungkin tingkat Kabupaten. Namun tetap saja nihil,”

Demikian dikatakan Muchayat warga sekitar kepada lampungsai.com, sambil menunjukan lokasi rencana pemkab sebelumnya akan membangun jembatan namun tak terealisasi, Jumat 21 Juli 2017.

Muchayat melanjutkan, sebelumnya pemerintah telah memperlebar badan jalan, menjadi 6 meter dengan mengambil lahan tanah warga tanpa ada ganti rugi. Warga sepakat rela, demi pembangunan jalan, agar wilayah kedua dusun memiliki jalan yang bagus.

Sekitar tahun 1990 an, Pemerintah Tanggamus berencana membuka jalan Jualang tembus ke Jalan Pasir Mucang, jalan sudah terbangun namun jembatan sampai kini belum juga terealisasi. Rencana Pemkab sangat bagus saat itu, karena jalan jualang ini menyatu dengan jalan lingkar Kotaagung, yang bermuara di jalinbar beton Kotaagung Timur.

Jalan dan jembatan itu sebenarnya, Muchayat menjelaskan, bukan sekedar penghubung dua Pekon, tetapi juga salah satu akses menuju perkantoran Pemerintah setempat.

“Sementara ini, kami (warga) memanfaatkan jembatan ala kadar yang bisa di lewati kendaraan roda dua saja. Padahal jika jembatan itu direalisasikan maka eknomi secara otomatis meningkat,”ujarnya.

Terpisah, Kepala Pekon Kotaagung Kampung Suherman mengatakan, pembangunan jembatan sungai Jualang itu, sangatlah di rindukan masyarakat dua Pekon. Inisiati dua Pekon untuk membangun jembatan dengan menggunakan dana desa, tidaklah cukup, karena pembangunan jembatan dengan disesuaikan kondisi lapangan, memakan anggaran cukup besar.

“Sementara ini inisiatifnya membangun jembatan alternatif, meski hanya untuk dilalui roda dua, namun cukup membantu akses kedua Pekon. Untuk anggaran desa saat ini, peruntukannya adalah membangun drainase dan talut sebanyak 19 item,”jelasnya. (Budi WM)

LEAVE A REPLY