Warga Dua Kecamatan Kabupaten Tulang Bawang, Enggan Pilih Cagub No 3

0
131
ist./red lampungsai.com

Tulang Bawang, Lampungsai.com –  Munculnya beberapa hal negatif serta banyaknya dugaan pelanggaran yang timbul dari Pasangan Calon Gubernur (Paslongub) Arinal Nunik, membuat sebagian masyarakat enggan mendukung paslon tersebut.

Enggan mendukung dan memilih terhadap paslongub Arinal – Nunik, pada Pilgub 27 Juni 2018 mendatang, muncul dari warga masyarakat  Kabupaten Tulang Bawang. Terutama dari warga masyarakat Kecamatan Gedung Meneng dan Dente Teladas, Kabupaten setempat.

Alasan telak warga masyarakat tersebut, lantaran Arinal mantan Sekprov Lampung dan Chusnunia Chalim (Nunik), belum ada yang diperbuat di masa menduduki jabatan. Khususnya terhadap Nunik, yang meninggalkan jabatannya sebagai Bupati Lampung Timur, belum ada bukti yang diperbuat semasanya. Terlebih, paslon tersebut  diduga di dukung oleh Vice President PT.Sugar Group Companies (SGC), Lee Purwanti.

“Kami, warga masyarakat dua Kecamatan (Gedung Meneng – Dente Teladas) Kabupaten Tulang Bawang, sepakat  tidak akan memilih paslon Arinal-Nunik. Paslon tersebut merupakan boneka perusahaan yang di pimpin Lee Purwanti, yang  telah membuat kami sengsara, mengambil lahan kami (warga) dengan klaim sepihak, memasukkan dalam HGU SGC,”

Demikian di ungkap tegas Samsi Badarudin dalam surat elektronik yang dikirimkannya, Minggu 10 Juni 2018.

Di sampaikan Samsi, jika Arinal-Nunik memenangkan Pilgub pada 72 Juni mendatang, sudah barang pasti, nasib mereka (warga) semakin bertambah buruk, karena kepala daerah terpilih merupakan boneka perusahaan.

“Akan lebih sengsara  nanti, jika saja Arinal-Nunik yang memenangkan Pilgub. Sebagai kader perusahaan, tentunya mereka akan lebih patuh menerima perintah Lee Purwanti daripada membantu kami (warga) mendapatkan kembali lahan yang telah diserobot,”ujarnya.

Sebelumnya, Samsi melanjutkan, Warga masyarakat yang ada, pernah di janjikan oleh tim sukses paslon Arinal-Nunik, namun warga menolak dan tidak mendukung Cagub tersebut.

Meski demikian, pada pencoblosan 27 Juni 2018 mendatang, warga masyarakat dua Kecamatan ini, tetap memberikan hak suara. Soal paslon yang didukung, sesuai hati nurani, tidak memaksakan pilihan pada paslon tertentu.

“Soal pilihan urusan hati nurani warga masing-masing. Harapan warga  yang terpilih nanti, baik itu Pak Ridho, Pak Herman atau Pak Mustafa, dapat bisa membantu kami (warga) mengambil kembali lahan yang telah diserobot oleh SGC,”ungkapnya.

Untuk diketahui, permasalahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Sugar Group Companies (SGC), pernah masuk dalam pembahasan Pansus SGC DPR RI, pada akhir 2017 lalu. Dalam hal ini melalui Front Lampung Menggugat (FLM) meminta untuk dilakukan pengukuran ulang lahan yang di klaim SGC, utamanya lahan milik warga masyarakat Kecamatan Gedung Meneng dan Kecamatan Dente Teladas.

Dalam persoalan sengketa lahan tersebut, pihak BPN Lampung sendiri, diketahui mangkir dalam undangan pembasan tersebut.

Muncul pula, masyarakat dua Kecamatan tersebut (masyarakat adat) hanya menerima sebatas kompensasi atau ganti rugi tanam tumbuh, bukan pengalihan atas hak milik tanah. Di akhir tahun 2017 itu pula, tepatnya November 2017, sejumlah lembaga yang tergabung dalam FLM pernah melakukan aksi demo di Gedung DPRD Provinsi Lampung.

Dalam demo para aksi menuntut agar DPRD setempat  dapat meninjau ulang izin HGU PT SGC, melakukan penelitian ulang terhadap berkas laporan operasional SGC dan melakukan pengukuran uang lahan HGU seluruh anak perusahaan SGC serta melakukan penghitungan ulang besaran seluruh pajak yang dibayar SGC. Terakhir, menuntut untuk menghentikan campur tangan pendanaan SGC di setiap kegiatan politik.  (Tim)

LEAVE A REPLY