Universitas Malahayati Satu Satunya PTS Dapat Program Intensif Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis IKU

0
526

Lampungsai.com, Tanggamus – Pihak Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati Bandar Lampung dari Program Studi (Prodi) Managemen, Pasca Akuntansi, dan Prodi Akuntansi, laksanakan kegiatan kemandirian masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan Program Insentif Pengabdian Kepada Masyarakat yang berbasis pada capaian Indikator Kinerja Utama (IKU).

Giat abdi masyarakat tersebut juga bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tahun 2022, dan Universitas Malahayati menjadi satu satunya PTS di Lampung yang mendapatkan program tersebut. Kegiatan tersebut terpusat di Kecamatab Semaka, Kabupaten Tanggamus. Rabu, 07/12/2022.

Adapaun narasumber dalam kegiatan tersebut, Nurul Husna, S.E., M.SM, Akademisi dari FEB Unila, menyampaikan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga, kepada pihak Kecamatan Semaka yang di hadiri langsung Camat Semaka, WiwinTriani, S.E., M.M, dengan topik kebijakan penurunan stunting Kabupaten Tanggamus tahun 2022, dan didukung praktisi yang mensosialisasikan web edukasi pengelolaan keuangan.

Turut hadir pula perwakilan Polsek, perwakilan Koramil, seluruh Kepala Pekon, Tim Penggerak PKK, UPT, perwakilan KUA.

Tim Pengusul dalam kegiatan ini di Ketuai oleh Lestari Wuryanti, S.E., M.M. (Dosen Prodi Manajemen), Erna Listyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D (Dosen Pasca Akuntansi) Apip Alansori, S.E., M.Ak (Dosen Prodi Akuntansi) bersama mahasiswa, Nita Rahmawati, Azmiarta RR, Zaky Tiffani L.A dengan mitra dengan pihak Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamu.

Berdasarkan SSGI tahun 2021, Kabupaten Tanggamus menjadi wilayah dengan lokus stunting tertinggi di Provinsi Lampung, salah satu Kecamatan yang memiliki lokus tertinggi adalah Kecamatan Semaka dengan yaitu 6 Pekon, sebagai lokasi Penetapan Lokus Stunting di Kabupaten Tanggamus tahun 2022.

Lestari menjelaskan, topik yang diusung dalam pengabdian masyarakat ini adalah optimalisasi edukasi pengelolaan keuangan bagi keluarga beresiko stunting di Kecamatan Semaka. Tidak hanya mengenai sisi kesehatannya saja, sehingga kami memikirkan apa yang dapat kami dedikasikan untuk masyarakat yang dikategorikan lokus stunting.

“Banyak yang melatarbelakangi masyarakat yang dinyatakan stunting seperti halnya perekonomian yang kurang mampu, dan pengetahuan,”katanya.

Lebih lanjut, Lestari mengatakan, secara umum pengetahuan yang dimaksud yaitu pengetahuan tentang gizi. Namun pihaknya mengambil celah sisi pengetahuan keluarga tentang bagaimana mengelola keluar masuknya uang, dalam membelanjakan yang semestinya menjadi prioritas pada kebutuhan gizi anak-anak.

Diharapkan, setelah adanya edukasi ini, masyarakat dapat mengatur pengelolaan keuangan, baik itu pengeluaran keluarga agar tidak sertamerta habis, untuk membeli produk ataupun konsumsi-konsumsi yang kurang bermanfaat untuk kesehatan keluarga. Sehingga keuangan keluarga dapat terencana dengan baik, gizi keluarga terpenuhi, stunting dapat di minimalisir.

“Mari kita kelola keuangan keluarga dengan bijak, agar gizi anak tidak terdampak. Maka sangat perlunya dan penting, edukasi pengelolaan keuangan bagi keluarga,”jelasnya. (*)

LEAVE A REPLY