Tidak Berikan CSR, PT.PP Di Duga Ingkari Janji Untuk Warga Lamsel

0
941

LampungSelatan, Lampungsai.com — Pihak pengembang Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), PT.PP (Persero) Tbk. cabang Lampung Selatan (Lamsel) ,diduga tidak menepati janjinya untuk memberikan Coorporate Social Responsibility (CSR), yaitu tanggung jawab perusahaan kepada lingkungan sekitar, yang terkena dampak dari pembangunan JTTS.

Joni Amsyah selaku Kepala Desa Klaten Kecamatan Penengahan mengungkapkan bahwa pihak PT.PP selaku pengembang,hanya menjanjikan akan memberikan CSR tersebut, tetapi sampai saat ini belum ada realisasinya.

“Seperti pembangunan masjid dan untuk kepentingan layanan publik yang saya ajukan hanya memperoleh janji manis saja, sampai bosan saya menghubungi (PT.PP), tidak ada realisasinya,” ujarnya.

Bahkan jalanan yang rusak saja tidak ada perhatiannya, pernah diperbaiki oleh PT.PP, tetapi karena dilewati oleh mobil perusahaan yang tonasenya melebihi kemampuan jalan saat ini ya rusak lagi.

“Karena untuk lalu-lintas mobil pengangkut material jalan tol, saat ini sudah rusak lagi, tetapi belum ada perbaikan lagi, sehingga menghambat tarnsportasi masyarakat desa ini,” tambahnya.

Hal senada di ungkapkan Widodo selaku Kepala Desa Taman Agung Kecamatan Kalianda, bahwa ia mewakili warga sudah berulang kali juga, mengajukan proposal untuk kegiatan desanya, tetapi tidak ada bantuan sama sekali, yang mengalir dari pihak pengembang JTTS tersebut.

“Saat perayaan 17 Agususan saja, pihak warga mengajukan permohonan bantuan ke pada PT.PP, nyatanya sampai acara selesai gak ada sama sekali bantuan yang diberikan,” ungkapnya.

Selain itu, untuk penyiraman debu, akibat lalu lalang mobil yang melintas, pihak PT.PP enggan untuk melakukan penyiraman menggunakan air.

“Penyiraman untuk debu jalan saja baru dilaksanakan ketika warga meminta, dan itupun karena ada yang hajatan, kalau tidak ada ya tidak pernah disiram,” pungkasnya.

Sementara itu Humas PT.PP cabang Lamsel Yus Yusuf dikonfirmasi mengenai hal tersebut melalui sambungan telpon mengatakan bahwa CSR untuk desa yang dilalui harus melalui prosedur, seperti pengajuan.proposal, dan untuk perbaikan jalan sudah ada kesepakatan berupa MOU dengan pihak pemkab setempat.

“Untuk Desa Klaten kita sudah pernah membantu untuk pengecoran masjid, dan kmarin akan kita bantu berupa uang untuk CSR, tetapi memang belum sempat dikirimkan, lalu untuk Desa Taman Agung sendiri, kemungkinan proposalnya terselip karena banyak proposal yang masuk ketika 17 Agustusan kemarin,” tukasnya. (Gelly)

LEAVE A REPLY