Tertibkan Pedagang, Pemkot Siapkan 4 Relokasi Alternatif, Sebagian Lokasi Belum Memadai

0
196
kondisi pasar Tradisional Modern Tejo Agung Kota Metro./Red Lampungsai.com

Metro, Lampungsai.com – Tidak ada solusi atau kebijakan lain, meski pun harapan pedagang melalui Himpunan Pedagang Hamparan dan Kaki Lima Metro (HPHKLM), meminta tendanisasi. Pemerintah melalui Dinas Perdagangan dan Pasar anjurkan 4 lokasi alternatif sebagai lokasi berdagang, sebagian lokasi kondisinya belum memadai.

Suasana Penertiban pedagang kaki lima./Red Lampungsai.com

Dan penertiban lapak di 5 titik lokasi (Jl.Agus Salim, Jl.Cut Nyak Dien, lorong Pasar Cendrawasih – Kopindo dan Terminal) dilaksanakan, sekitar pukul 20.00 WIB Rabu 09 September 2017, di koordinir langsung Kadis Perdagangan dan Pasar LM .Hutabarat dengan pengawalan ketat,  sekitar 267 personil gabungan diterjunkan guna pengamanan (Pol PP, Polres,TNI dan Dishub).

Penertiban tentu ada alasan yakni untuk menciptakan keindahan dan kebersihan Kota Metro serta kesadaran pedagang yang melanggar aturan dengan berdagang di badan jalan.

Adapun 4 Lokasi alternatif yang di sediakan Pemerintah (Pasar Tejo Agung, Pasar Bunut, Lantai II Kopindo dan pasar basah terminal), sebagian belum memadai.

Lokasi pembangunan Pasar Bunut./red lampungsai.com

Sebagaimana pantauan Lampungsai.com, kondisi pasar Tejo Agung belum memadai lokasinya. Kebanyakan kios yang ada sudah rusak karena kosong (tak dihuni pedagang). Selain itu, di lokasi pasar basahnya tidak adanya tempat pembuangan akhir air limbah ikan, daging, sementara pasar Tejo Agung adalah pasar tradisional Modern. Kemudian kondisi Pasar Bunut, belum seluruhnya layak di tempati alias belum selesai proses pembangunan 100 persen.

Selain itu, penempatan pasar lantai II Kopindo terlalu mahal hingga tak terjangkau oleh pedagang kaki lima. Begitu juga lokasi pasar terminal, informasinya sebagian sudah terkapling oleh pedagang lain.

Diketahui, jumlah pedagang seluruh sebanyak 560 pedagang, yang rencananya di relokasikan dengan alternatif 4 lokasi tersebut. Sebagian pedagang, memilih akan menetap berdagang di sekitaran pasar Kopindo, yakni di sisi Jl.Teuku Umar simpang Pagar Ruyung, dengan menempati tanah warga sekitar pasar tersebut.

Pasar Tradisional Modern Tejo Agung dan Pasar Bunut./Red Lampungsai.com

Seperti yang dikatakan perwakilan pedagang hamparan dan kaki lima kopindo, Radias. Kepada lampungsai.com mengungkapkan, 4 alternatif yang di tentukan Pemerintah (Dinas Pasar) sangat baik. Namun sebagian dari pedagang akan memilih alternatif sendiri dengan menempati lahan warga sekitar Jl.Teuku Umar (Simpang Pagar Ruyung).

“Kami ini sebagian pedagang yang tidak terakomodir Pemerintah setempat dan oleh pengembang. Jadi kami memilih alternatif sendiri dan sudah sepakat, dengan membangun tendanisasi kaki lima masing-masing ukuran 1,5 Meter persegi,”ungkap Radias.

Rencana sebagian pedagang yang akan menempati lahan warga tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar LM.Hutabarat, belum bisa memberikan komentar, lantaran masih fokus dalam penertiban pedagang yang ada. (Abduh)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY