Tekab 308 Polres Tulang Bawang Bekuk Pelaku Anirat Di Lapo Tuak

0
31

Tulang Bawang, Lampungsai.com – Pelaku penganiyaan berat (Anirat), yang selama ini DPO berakhir. Pelaku, Frans H.S (27), warga Tiyuh/Kampung Terang Makmur, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, dibekuk Tekab 308 Polres Tulang Bawang. Selasa, 09 April 2019.

Dijelaskan Kasat Reskrim, AKP Zainul Fachry, mewakili Kapolres, AKBP Syaiful Wahyudi bahwa, pelaku ditangkap pada Senin 08 April 2019 sekitar pukul 02.30 WIB, di samping Mall PIK, Jakarta Barat.

Aksi anirat yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban Erwan (27), warga Tiyuh Sumber Rejo, Kecamatan Lambu Kibang, hingga meninggal dunia, terjadi pada Kamis, 04 April 2019 sekitar pukul 16.30 WIB, di lapo tuak, Tiyuh Setia Bumi.

Awal mula kejadian, ketika pelaku sedang minum tuak bersama dengan teman-temannya, di tempat tersebut juga sudah ada korban dan ikut minum tuak. Pelaku merasa tersinggung dengan candaan korban, lalu mendekati korban dan langsung mendorong sambil berbicara.

Korban pun membalas mendorong pelaku dan pelaku pun hampir terjatuh, seketika pelaku melihat sajam (senjata tajam) jenis pisau yang tergeletak di kursi kayu dan langsung mengambilnya, kemudian menyerang korban secara membabi buta. Akibatnya korban terjatuh dan terlentang di halaman rumah pemilik lapo tuak.

“Melihat peristiwa tersebut, rekan-rekan korban langsung membawa korban ke Puskesmas Toto Mulyo, namun nyawa korban ternyata tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia,”katanya.

Kasat Reskrim melanjutkan, usai melakukan anirat, pelaku pulang ke rumah untuk mengambil HP (handphone) miliknya dan meminta uang sebesar Rp 400 Ribu kepada istrinya, lalu pergi melarikan diri meninggalkan kampungnya menuju ke loket Damri Pasar Unit 2, Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, menaiki BUS menuju Jakarta.

Petugas kami yang mendapatkan informasi tentang keberadaan pelaku, Minggu, 07 April 2019, sekitar pukul 13.00 WIB. Petugas langsung berangkat menuju ke Jakarta Barat, tepatnya di daerah Pasar Darurat Kapuk, Cengkareng.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan petugas ternyata pelaku sudah dua hari mengontrak disana. Tim lalu melakukan penyisiran dan berhasil menangkap pelaku saat sedang nongkrong dan ngopi bersama dengan temannya.

“Saat ini pelaku sedang dilakukan pemeriksaan dan akan dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 KUHPidana tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, di ancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun,”pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY