Tata kelola Dana Desa Pekon Pamenang Diduga Bermasalah, Inspektorat Masuk Angin

0
498

Pringsewu, Lampungsai.com – Inspektorat Kabupaten Pringsewu terkesan lamban dalam penanganan dugaan mark-up anggaran pembelanjaan material beberapa item kegiatan Dana Desa Tahun Anggaran 2019 Pekon Pamenang Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu.

Karena menurut Dwirman Irban 1 Inspektorat Kabupaten Pringsewu hingga saat sekarang ini belum dilakukan pemeriksaan khusus oleh Irban Investigasi dikarenakan pihak inspektorat masih melakukan konsolidasi secara internal.

“Hingga saat sekarang ini kami (Irban 1:Red) ataupun Irban Investigasi belum melakukan pemeriksaan khusus dikarenakan kami masih disibukkan dengan konsolidasi secara internal” Ucap Dwirman saat dihubungi Media ini melalui sambungan telepon seluler miliknya. Selasa 12 ¬†Januari 2021.

“Adapun untuk lebih lanjutnya belum bisa dipastikan kapan akan dilakukan pemeriksaan khusus kepada Pekon Pamenang,”ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Pembangunan Pekon Pamenang Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu yang dibiayai dari alokasi dana desa tahun anggaran 2019 diduga bermasalah.  Dana desa tahun anggaran 2019 Pekon Pamenang dialokasikan untuk pembangunan Rabbat Beton, saluran drainase, pembangunan tempat parkir dan taman makam, revitalisasi embung diduga ada mark-up anggaran dan ajang bisnis.

Terkait adanya dugaan selisih dalam pembelanjaan material untuk pembangunan tempat parkir dan taman makam serta pembangunan lainnya Kepala Pekon Pamenang Aminuddin buang badan dan terkesan menutupi alias tidak transparan.

Hal tersebut diungkapkan Aminuddin Kepala Pekon Pamenang saat di konfirmasi media ini dikediamannya Sabtu 05/13/20.

“Saya lupa berapa harganya karena itu sudah lama, jelasnya tanya aja sama carik/sekdes dan bendahara karena mereka yang menanganinya,”ujar Aminuddin.

Saat ditanyakan siapa yang menjadi supplier dari material baik semen, batu ataupun yang lainnya lagi-lagi Aminuddin mengatakan semuanya urusan Sekdes dan bendahara.

“Saya tidak tahu apa-apa, semuanya urusan bendahara dan carik” Jelasnya.

Sementara Sekretaris Desa (Sekdes) saat disambangi dikediamannya untuk dikonfirmasi sedang tidak berada ditempat.

Dilain tempat dalam waktu yang hampir bersamaan salah satu Tokoh Masyarakat Pekon Pamenang So mengatakan selisih harga itu jelas menyalahi.

“Itu jelas menyalahi aturan, karena antara RAB-Pekon dan harga lapangan ada selisih dan ini dikembangkan ada dugaan Make-up anggaran” Ucap So kepada media saat ditemui di rumahnya.

Lebih lanjut So menerangkan bahwasanya harga pasir pasang, semen, batu belah ada selisih harga.

“Harga tertinggi semen di tahun 2019 kisaran Rp 54.000/sak, harga batu belah untuk kecamatan pagelaran 1 juta rupiah untuk satu rit dam trek dengan kapasitas 5 M3, dan untuk pasir pasang dan pasir beton Rp 900.000/Rit dengan kapasitas mutan 6 kubik sementara dalam RAB nya harga semen Rp 65.000/sak, pasir pasang Rp 315.000/kubik dan harga batu belah Rp 325.000/kubik dan ini jelas sangat tidak masuk akal dan menimbulkan tanda tanya besar,”tukasnya.

Selisih harga material tersebut di amini oleh Didi salah satu toko material yang keberadaannya tidak jauh dari Pekon Pamenang.

“Sebagian beli disini mas, untuk kekurangan pasir dan semen” Ucap Didi.

Saat ditanyakan terkait harga di tahun 2019 Didi pemilik Toko matrial mengatakan untuk harga semen tahun 2019 harga tertinggi Rp.54.000 dan harga pasir pasang ataupun pasir beton pada tahun 2019 Rp 900.000/Kubik dengan muatan 6 kubik untuk satu rit dam truk,” katanya. (Mat)

LEAVE A REPLY