Tanggap Bencana Alam, Pemkab Tanggamus Gerak Cepat Salurkan Logistik

0
123
Pj Sekdakab Tanggamus simbolis serahkan bantuan logistik kepada tim BPBD setempat untuk segera disalurkan kepada para korban bencana./Rilis

Tanggamus, Lampungsai.com – Pasca bencana alam di sejumlah titik Pekon, Kabupaten Tanggamus, Pemerintah setempat bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik. Minggu 02 Desember 2018.

Pada kesempatan itu, Pj Sekdakab Tanggamus, Hamid Heriansyah Lubis, usai menyerahkan bantuan logistik di kantor Badan Penagulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, mengatakan bahwa, dengan kejadian bencana alam khususnya yang terjadi di sembilan kecamatan, empat diantaranya Kecamatan Kelumbayan, Kelumbayan Barat, Limau dan Cukuhbalak, di tentukan menjadi skala prioritas untuk disalurkan bantuan secara cepat.

“Bantuan langsung yang kami salurkan saat ini berupa mie instan yang akan disalurkan langsung saat ini juga di empat Kecamatan prioritas tersebut. Sementara sisanya akan disalurkan secara bertahap,”ujarnya.

Selain itu, masih menurutnya, ada beberapa tindakan yang sudah dilakukan Pemkab, utamanya membuka akses transportasi jalan dengan menurunkan sejumlah alat berat. Di sembilan Kecamatan (wilayah bencana) sudah diterjunkan delapan unit exskapator.

Hal ini untuk memudahkan akses pengiriman logistik bantuan dan memudahkan proses penyidikan dan pendataan jumlah rumah penduduk yang terdampak bencana. Selain dilokasi bencana, Pemkab Tanggamus juga telah menyiapkan Posko layanan kesehatan yang akan terus bertambah dilokasi.

“Dalam kondisi ini, meskipun hari libur, Pemkab Tberkomiteman akan selalu melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan, khususnya masyarakat dilokasi terdampak bencana. Semoga tiga hari kedepan, pembukaan akses transportasi jalan bisa dilalui. Sehingga logistik bantuan bisa dengan mudah disalurkan ke lokasi pusat bencana,”ujarnya.

Pada situsi saat ini, Pj Sekdakab melanjutkan, sebagaimana pesan dari Bupati, selain mengintruksikan petugas selalu bersiaga 24 jam demi melayani masyarakat dilokasi bencana. Pihak Kecamatan, Pekon dan Uspika Kecamatan, harus memberdayakan masyarakat untuk bergotong royong.

“Secara prosedural, kami tetap mengupayakan adanya normalisasi sungai dan pembangunan infrastruktur penunjang lain secara cepat. Dengan harapan mengantisipasi agar tidak terjadi lagi bencana banjir dan tanah longsor yang memang jadi langganan bila intensitas hujan sedang tinggi,”ungkapnya. (Rilis/Nda/Budi WM)

LEAVE A REPLY