Kejari Tanggamus musnahkan 44 barang bukti

0
595
Pemusanahan barang bukti hasil sidang perkara tindak pidanan narkotika dan kriminal umum, di halaman belakang Kejaksaan setempat. Rabu 25 Januari 2017./Azzam/Budi

Tanggamus, Lampungsai.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus memusnakan 44 barang bukti hasil tindak pidana narkotika dan kriminal sepanjang tahun 2016. Pelaksanaan pemusnahan barang bukti dilakukan di halaman belakang kejaksaan setempat Rabu 25 Januari 2017. Hadir dalam pemusnahan, perwakilan dari Dinas Kesehatan, Polres Tanggamus dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kabupaten setempat.

Kejari Tanggamus Taufan mengatakan, sebagian barang bukti yang dimusnahkan hasil perkara yang telah ada ketetapan hukum. Dari keseleuruhan barang bukti itu adalah sabu-sabu sebanyak 13,7085 gram, Narkoba jenis Ganja sebanyak 10,5566 gram, berikut beberapa alat hisap sabu, korek api gas, tas. Untuk kriminal umum dimusnahkan alat judi koprok, dan barang bukti dari perkara pelecehan seksual berupa pakaian. Pemusnahan ini juga sesuai dari putusan masjelis hakim Pengadilan Negeri Kota Agung.

Untuk diketahui, Taufan menjelaskan, definisi barang sitaan dapat ditemukan dalam Pasal 2 Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 7 Tahun 2010, tentang Pedoman Teknis Penanganan dan Pemusnahan Barang Sitaan Narkotika, Prekursor Narkotika dan Bahan Kimia Lainnya Secara Aman.

Kemudian, mengenai rampasan diatur dalam Pasal 101 ayat (1) dan Pasal 136 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ketentuan ini menegaskan bahwa, dalam menetapkan Narkotika dan Prekursor Narkotika yang dirampas untuk negara, hakim memperhatikan ketetapan dalam proses penyidikan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika. Dalam ketentuan ini yang dimaksud dengan hasil adalah baik yang berupa uang atau benda lain yang diketahui atau diduga keras diperoleh dari tindak pidana narkotika.

“Jadi, barang rampasan yang dimaksud dalam UU Narkotika tidak hanya berupa narkotika dan prekursor narkotika, tetapi juga berupa aset dalam bentuk benda bergerak maupun tidak bergerak, berwujud atau tidak berwujud, serta barang-barang atau peralatan yang digunakan di dalam tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika,” jelasnya.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) Mohtar Arifin, menambahkan, seluruh barang bukti yang dimusnahkan, sudah inkracht (berkekuatan hukum tetap) atas tindak pidana narkotika dan kriminal umum. Secara garis besar, penuntasan tindak pidana selama 2016 lebih sedikit dibanding tahun 2015. Ini menunjukan angka relatif turun atas perkara tindak pidana yang di selesaikan. Keseluruhan BB itu merupakan barang bukti hasil persidangan. Di dalam perkara yang ditangani cenderung pada kasus pelecehan seksual, curas, kriminal umum dan narkotika.

“2015 perkara tindak pidana sesuai barang bukti terdata 51 barang bukti, untuk 2016 hanya 44 BB, artinya menurun,”kata Mohtar Arifin. (Azzam/Budi)

LEAVE A REPLY