Suyadi Kakon Campang Tiga Tanggamus, Diduga Klaim Hak Atas Tanah Warga Dalih Perjanjian

0
1748

Tanggamus, Lampungsai.com – Diduga Kepala Pekon Campang Tiga, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, Suyadi klaim hak atas tanah milik Hartono. Tanah tersebut belum resmi dibeli oleh Koko Verdiansyah (29) anak kandung Suyadi. Diketahui, Suyadi mendirikan bagunan untuk aset Pekon diatas tanah tersebut, menggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2019. Terkait ini, LSM LIPAN DPD Tanggamus, mengklarifikasikan kepada pihak pemilik tanah, Hartono, dikediamannya pada Selasa, 17 Maret 2020 lalu.

Kepada Ketua LSM LIPAN Tanggamus, Musanip dan perwakilan media online tergabung AJO Indonesia DPC Kabupaten setempat, Hartono mengaku bahwa, dirinya baru saja ingin transaksi jual beli tanah kepada Koko Verdiansyah (29) anak kandung Suyadi. Sangat disayangkan selaku Kepala Pekon, Suyadi mencoba menguasai tanah tanpa penyelesaian transaksi jual beli.

Awal mulanya, dikatakan Hartono, saat itu Suyadi hendak membangun lapangan bola ditanahnya, tetapi tidak diperkenankan. Akhirnya Suyadi pun memutuskan untuk membeli lahan tanah tersebut dengan total harga Rp.95 Juta.

“Sesuai rundingan, untuk awal pembayaran uang muka sebesar Rp.20 Juta serta cicilan Rp.15 Juta oleh Suyadi (2019) dan akan di selesaikan pada Juli 2020 mendatang. Namun, belum selesai transaksi jual beli tanah, Suyadi sudah membangun lapangan bola dan menuliskan di pasal 3 perjanjian bahwa pihak saya tidak bisa menggugat dan hak milik tanah sepenuhnya milik pembeli,”jelas Hartono.

“Saya ini belum paham isi perjanjian itu, tapi disuruh tanda tangan tanpa memahami isi perjanjian itu. Karena saya sangat butuh uang itu, saya tanda tangan saja,”imbuh Hartono.

Diwaktu berbeda, Ketua LSM LIPAN, Musanif Amran mengkonfirmasikan ke Pihak Pekon, guna perimbangan informasi yang ada. Saat di konfirmasi, Kaur Pemerintahan Pekon Campang Tiga, Subhi menjelaskan, surat perjanjian tersebut di buat setelah hasil musyawarah perjanjian jual beli lahan tanah dan disitu disaksikan beberapa aparatur pekon serta di hadiri Kepala Pekon.

“Surat itu hasil dari musyawarah, kami disini hanya menengahkan dan membuat surat tersebut. Disitukan sudah di tanda tangani oleh kedua pihak penjual maupun pembeli,  beberapa saksi dan Kepala Pekon. Untuk keterangan akan dibuat lapangan itu baru rencana, dan tidak dapat dipastikan,”kata Subhi.

Atas informasi dan klarifikasi yang ada tersebut, Ketua LSM LIPAN, Musanif menyayangkan adanya isi surat perjanjian tersebut, menurutnya isi dalam surat itu menjebak pemilik tanah. Diketahui bahwa Hartono belum mengetahui isinya, namun tetap menuruti keputusan perjanjian tersebut dengan pasal 3 yang bebunyi, bahwa pemilik tanah tidak boleh menggangu gugat dan sudah menjadi hak milik sepenuhnya oleh pembeli.

“Tanah belum selesai transaksi jual beli, kenapa pemilik tidak boleh menggugat dan di ambil hak milik tanah sepenuhnya oleh pembeli, apalagi setiap pembayaran pembeli (Koko Verdiansyah) tidak langsung memberikan uang tersebut ke Hartono, melainkan Suyadi yang membayarnya. Ini yang menjadi kecurigaan atas dugaan bahwa Suyadi ingin menguasai lahan tersebut. Jika memang lahan tersebut akan di bangun lapangan bola oleh Pekon, mengapa pihak Pekon tidak langsung membelinya melainkan mengatasnama anaknya sendiri,”ungkapnya. (*/AJO Indonesia)

LEAVE A REPLY