Status Tersangka Hi.Darusalam, MTM Lampung Desak Mapolresta Eksekusi Panahanan

0
567

Bandar Lampung, Lampungsai.com – Perkara penipuan dan penggelapan kegiatan pembangunan Sporadik tanah seluas 16 hektar di Desa Kunyit Bumi Waras, Teluk Betung Selatan Bandar Lampung, melibatkan Sekjen DPP Partai Gerindra Hi. Darusalam dan M.Syaleh, LSM Masyarakat Transparansi Merdeka (MTM) Lampung, mendesak pihak penegak hukum untuk melakukan penahanan, terhadap Hi.Darusalam yang telah berstatus tersangka.

Diketahui sebelumnya, perkara hukum yang menjerat Hi. Darusalam dan M.Syaleh dilaporkan Nuryadin pengusaha Besi Tua, ke Mapolerta Bandar Lampung, dengan surat pelaporan : TBL/LP/B-1/405/II/2020/LPG/SPKT/RESTA BALAM, tertanggal 18 Februari 2020. Nuryadin mengalami kerugian Rp500 Juta.

Atas laporan itu, Darusalam bersama M.Syaleh telah ditetapkan tersangka. Kejadian tersebut bermula pada tanggal 12 September 2014 telah terjadi perjanjian bagi hasil antara pihak pertama, H.M.Syaleh dan Pihak kedua Hi.Nuryadin,SH. Sebagaimana isi perjanjian tersebut menyebutkan Pihak ke satu dan pihak kedua bersepakat bahwa pihak ke dua akan memberikan dana sebesar Rp500 Juta, yang mana dana tersebut akan diberikan kepada pihak pertama yang peruntukannya:
1. Untuk membantu pihak ke 1 dalam pembuatan Sporadik tanah seluas 16 Hektar di Desa Kunyit Bumi waras, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung.
2. Pihak kesatu akan mengembalikan dana pokok Rp500 Juta setelah mendapatkan pembayaran dari pihak pembeli.
3. Pihak ke 1 berjanji akan memberikan kompensasi atau perhitungan kepada pihak kedua atas penjualan tanah 16 Hektar/Meter Rp15 Ribu kepada pihak kedua, diperkirakan jumlahnya seluruh 160 Ribu Meter persegi atau sejumlah Rp2,4 Milyar.

Sebelumnya pihak kedua (Nuryadin) telah memberikan uang sebesar Rp125 Juta pada tanggal 09 September 2014, yang ditanda tangani oleh M.Syaleh dan para saksi penyerahan uang Darusalam dan Sugiono.

Lalu bertepatan dengan surat perjanjian tertanggal 12 September 2014, Nuryadin memberikan sisa uang sebesar Rp375 Juta kepada Pihak kesatu M.Syaleh berikut para saksi-saksi Darusalam, M.Basyarudin dan Sudiono.

Pada tanggal 21 November 2014 muncul perkara baru, yaitu pembatalan pembuatan sporadik atas nama M.Syaleh yang ditanda tangani oleh mantan Lurah Bumi Waras, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Anton Idward, NIP : 010144153, dengan alasan :
1. Bahwa sebagian objek sporadik berstatus sertifikat.
2. Sengketa.
3.sebagian milik Pemerintah Kota, 4.sebagaian objek sudah didirikan fasilitas umum.
5.tidak sesuai PP.RI 24/1997 tentang pendaftaran tanah.

Perkara kedua bahwa, Sporadik tersebut telah dibuat tertanggal 03 Maret 2006, berbeda dengan yang dimaksud pihak kesatu untuk pembuatan Sporadik ditahun 2014.

Senin, 07/09/20, laloran Nuryadin, telah diterima dan telah menetapkan tersangkanya, sebagaimana di sampaikan kuasa hukumnya Hendrik.
Sejak hari itu, sampai saat ini tersangka belum dilakukan penahanan oleh pihak Mapolresta Bandar Lampung.

“Kami sebagai kuasa hukum pelapor, sudah melayangkan surat untuk diterbitkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan dan penyidikan ( SP2HP ) kepada Polresta bandar Lampung, pertama tanggal 31 Agustus 2020 dan kedua saat ini 7 September 2020 sudah kami kirim surat,”kata Hendrik.

Seandainya, Hendrik melanjutkan, kepolisian tidak juga mengeluarkan jawaban (SP2HP) kami akan melakukan upaya laporan kejenjang yang lebih tinggi dalam hal ini Kepolisian Daerah (POLDA) Lampung bahkan ke Mabes Polri. Kewajiban kepolisian mengeluarkan SP2HP kepada pelapor, karena isinya merupakan progres perkembangan penyelidikan dan penyidikan .

“Kami sebagai kuasa hukum pelapor akan melihat perkembangan dalam minggu-minggu ini untuk segera melimpahkan tersangka dan barang bukti , karena perkaran ini sudah 7 bulan berjalan,”ujarnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta bandar Lampung, Rizki Maulana mengatakan, perkara ini masih dalam proses penyidikan, meskipun berstatus tersangka tapi tidak dilakukan penahanan, adapun resminya nanti melalui Kapolresta agar satu suara.

Menurutnya, tersangka tidak dilakukan penahanan berdasarkan pada 21 KUHAP karena merupakan subjektif penyidik demi rasa keadilan.

“Perkara biasa kok, namun tergantung penilaian penyidik. Saat ini dalam tahap satu penyidikan artinya berkas perkara dilimpahkan ke kejaksaan negeri,”ungkal Rizki.

Terpisah, saat menghubungi melalui VIA telpon, Kapolres Kombes Yan Budi Jaya, mengatakan perkara itu ada 2 berkas, sementara berkas tersangka Darusalam sebentar lagi akan dikirim ke jaksa Penuntut Umum (JPU) dan saat ini masih dalam proses lidik.

Bagian lain, Kuasa hukum tersangka Hi. Darusalam, mengatakan yang dilaporkan tersebut 2 orang yaitu M.shaleh dan Darusalam saat ini masih dalam proses penyidikan ditingkat kepolisian.

“Yang jelas saksi kami tidak ada alat bukti yang menunjukan kesalahan. Maksudnya alat bukti tersebut berdasarkan KUHAP 184,”ujarnya.

Belum dilakukannya penahanan terhadap Hi.Darusalam, MTM Lampung mendesak pihak Polresta Bandar Lampung, segera eksekusi penahanan.

Dewan Direktur MTM Lampung, Ashari Hermansyah menyampaikan surat kepada kejaksaan negeri bandar Lampung dan Polresta bandar Lampung, perihal mendesak Untuk dilakukan penahanan Tersangka Darusalam perkara hukum penggelapan dan Penipuan.

Hal ini, bentuk peduli terhadap penegakan hukum dibumi RUWAI jurai sebagai wujud kontrol terhadap perkara hukum yang sedang dilakukan penyidikan oleh Polresta bandar Lampung.

“Jadi, mengapa ? Darusalam tidak dilakukan penahanan , sementara statusnya sudah menjadi tersangka. Apakah si tersangka adalah seorang tokoh ataupun ada unsur lainya, memang betul itu adalah hak kepolisian,”ujar Ashari

Dilain sisi, pihak Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, melalui Kasi Intel Erik, belum bisa memberikan komentar dengan alasan harus dibicarakan terlebih dahulu oleh Kasi Pidum.

Sementara itu, Kanit Tipiter Polresta Bandar Lampung, Maman mengatakan bahwa, berkas perkara Hi.Darusalam dalam proses pengiriman berkas Perkara ke Kejari Bandar Lampung.

Tanggalan ini berbeda dengan Penyidik Polresta Balam, Zepri. Menurutnya, perkara tersebut sudah tahap kesatu. (*)

LEAVE A REPLY