Soal Dugaan Sekdes Doubel Job, Sekretaris Inspektorat Nyatakan Belum Mengetahui

0
156
Sekretaris Inspektorat Kabupaten Tanggamus./AJOI

Tanggamus, Lampungsai.com – Soal dugaan doubel job, Sekdes Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Tanggamus dsn dugaan pemalsuan tanda tangan Pj.Kepala Pekon, Sekretaris Inspektorat Gustam, nyatakan belum mengetahui persoalan, dimungkinkan karena keterbatasan tenaga. Soal pemalsuan tanda tangan jelas hal itu menyalahi dan bentuk pelanggaran pidana. Senin, 14 Oktober 2019.

Sekretaris Inspektorat Kabupaten Tanggamus./AJOI

Menurut Gustam, untuk jabatan seorang Sekdes atau Sekrertaris Pekon, belum memahami apakah boleh atau tidak menjabati yang lain seperti TKS.

“Mungkin karena keterbatasan orang atau memang tidak adanya orang, sehingga dapat menduduki sekaligus dua jabatan. Atau mungkin di tunjuk, usulkan yang artinya membutuhkan tenaga, selama tak melanggar, sah-sah saja,”katanya.

Masih kata Gustam, terkait pemalsuan tandatangan, secara hukum itu menyalahi. Apabila dengan sengaja melakukan pemalsuan identitas. Ada pasal KUHPidana yakni pasal 263, termasuk bentuk tindak kriminal.

“Ini bisa saja di laporkan ke kami, masuk di live aduan dan segera di proses. Mengenai ini, belum ada yang melaporkan,”tandasnya.

Kedepan, Gustam melanjutkan, untuk antisipasi kejadian serupa di Pekon – Pekon yang di pimpin Pj, akan menghimbau kepada Pj, agar laksanakanlah pengelolaan Dana Desa sesuai aturan sesuai Mekanisme dan Perbub yang sudah ada.

Sehingga permasalahan – permasalahan mekanisme terkait administrasi Pemerintahan, Pembangunan, pemberdayaan dan pembinaannya, sesuai dengan yang di Musdes-kan oleh masyarakat melalui APBDes.

Selanjutnya, soal dugaan double job dan pemalsuan tanda tangan Pj Kakon oleh Sekdes di Tanjung Raja, Cukuh Balak, pihak Inspektorat akan menunggu hasil laporan dari pihak pelapor atau dari Ke Polisian.

“Berkaitan dengan oknum Sekdes yang melakukan pemalsuan tandatangan yang sudah beredar luas dari Media Online, kami sifatnya menunggu dulu, adakah yang melaporkan. Jika nanti ada, maka kami akan tindak lanjuti,”tegasnya.

“Kalau sebatas Informasi, kami sudah mendengar dan mengetahui. Tapi belum di proses, karena memang belum ada laporan masuk ke Inspektorat,”Imbuhnya. (Tim AJOI)

LEAVE A REPLY