Soal Dana SPP Eks PNPM, Ketua UPK Kecamatan Banjar Agung Enggan Tunjukan Data Peminjam

0
151
Ilustrasi./Red

Tulang Bawang, Lampungsai.com – Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kecamatan Banjar Agung, Ani Fatimah, terkesan menutupi data kelompok peminjam dana SPP PNPM, di dua Kecamatan (Banjar Agung – Banjar Margo), dengan menolak  menunjukkan  data  kelompok SPP dimaksud, dengan total Rp5 Milliar.

Saat dikonfirmasikan sebelumnya, Ani Fatimah mengaku dana SPP di Kecamatan Banjar Agung, lebih kurang sebesar Rp5 Miliar. Proses simpan pinjam juga masih terus berjalan.

“Simpan pinjam masih terus berjalan, ada 196 kelompok simpan pinjam perempuan, dengan jumlah anggota lebih dari 1000 anggota yang tersebar di Banjar Agung dan sebagian Kecamatan Banjar Margo,”katanya pada Selasa 24 Juli 2018, lalu.

Tim media meminta kepada Ketua UPK tersebut, secara berulang,  untuk dapat menunjukan data nama peserta peminjam SPP tersebut, Ani Fatimah enggan memberikan dan berkomentar lebih lanjut.

Berdasarkan data informasi yang didapat, Dana SPP eks PNPM di Kabupaten Tulang Bawang, mencapai puluhan miliar yang tersebar di 9 Kecamatan se-Tulang Bawang, dengan nominal masing-masing Kecamatan Rp5 Milliar.

Dari itu, sebagian UPK di beberapa wilayah Kecamatan, tidak mengetahui persis keberadaan uang tersebut, alias hanya berbunyi angka tak ada wujud.

Selain iitu, berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (DPMK), dana tersebut mencapai Rp24.654.510.950 yang tersebar  di 9 UPK/Kecamatan. Khusus wilayah Banjar Agung. dana SPP PNPM  sebesar Rp5.706.698.353 dikelola UPK yang di ketuai Ani Fatimah, untuk 196 kelompok SPP.

Salah satu warga masyarakat peserta SPP PNPM, yang identitasnya di rahasiakan, mengatakan bahwa, realisasi dana SPP itu memang telah lama dipertanyakan oleh masyarakat, khususnya Kecamatan Banjar Agung sebesar Rp5 Miliar.

“Cuma bunyi angka, duitnya entah kemana. Dana itu kan yang pinjam aparatur-aparatur kampung, khususnya para istri-istri Kepala Kampung, bahkan ada istri kepala kampung meminjam dana itu mencapai Rp70 Juta,”kata Warga. (Ari)

LEAVE A REPLY