Soal Dana SPP Eks PNPM Belum Jelas Realisasinya, DPMPK Tulang Bawang Akan Kroscek Langsung

0
85
Ilustrasi.Red Lampungsai.com

Tulang Bawang,Lampungsai.com – Pelaksanaan Dana SPP Eks PNPM di 9 Kecamatan, Kabupaten Tulang Bawang, lebih kurang sebesar Rp40 Milliar yang masing-masing Kecamatan di kucurkan sebesar Rp5 Milliar, belum jelas realisasinya alias di pertanyakan. Terkait hal ini,  pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (DPMPK) Kabupaten Tulang Bawang, akan lakukan kroscek langsung.

Disampaikan Kepala DPMPK, Yen Dahren, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap seluruh dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Kabupaten Tulang Bawang.

Menurutnya, terkait hal ini, pihaknya telah memanggil beberapa Unit Pengelola Kegiatan (UPK) SPP eks PNPM tersebut. “Beberapa UPK telah kita panggil untuk mempertanyakan, mengenai data dan perkembangan serta proses pengelolaan dana tersebut. Semua akan kita evaluasi,”ungkapnya, Rabu 08 Agustus 2018.

Sebelumnya diberitakan, dana peninggalan PNPM itu dipertanyakan oleh sejumlah masyarakat. Dana yang rata-rata mencapai Rp5 Miliar pada setiap UPK, hanya terdengar angka, tanpa diketahui wujud dan pengelolaannya. Dan hanya sebatas catatan dibuku masing-masing para Unit Pengelola Kegiatan (UPK) tanpa diketahui pasti keberadaan uang tersebut.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (DPMK) mengaku juga tidak mempunyai data real terkait dana peninggalan PNPM tersebut.

Sebagaimana disampaikan,  Kabid  Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat dan Teknologi Tepat Guna (PUEMTTG) DPMPK setempat, Ami Iswandi Ismed Balaw, mengaku belum pernah mendapatkan laporan dari UPK di 9 Kecamatan yang mengelola SPP eks PNPM.

“Kami tidak ada datanya berapa dana PNPM itu saat ini, pihak UPK juga belum pernah melaporkan kepada kami,” ujarnya singkat belum lama ini.

Disisi lain, Ketua UPK Kecamatan Banjaragung, Ani mengatakan, saat ini dana SPP di Kecamatan Banjaragung mencapai lebih dari Rp.5 miliar. Proses simpan pinjam juga masih terus berjalan.

“Simpan pinjam masih terus berjalan, ada 196 kelompok simpan pinjam perempuan dengan jumlah anggota lebih dari 1.000 anggota yang tersebar di Kampung Banjaragung dan sebagian pada kampung di Kecamatan Banjarmargo,”ungkapnya. Selasa 24 Juli 2018 lalu.

Sementara, diungkapkan salah satu Warga di Banjar Agung (Identitas tak disebut), mengungkapkan, bahwa realisasi dana SPP itu memang telah lama dipertanyakan oleh masyarakat. Khususnya di Kecamatan Banjaragung, kabarnya jumlahnya mencapai Rp5 Miliar lebih.

“Cuma bunyi angka, duitnya entah kemana. Dana itu kan yang pinjam aparatur-aparatur kampung, khususnya para istri-istri Kepala Kampung. Ada istri kepala kampung pinjam sampai Rp.70 juta,”katanya. (Ari)

LEAVE A REPLY