SMA : Kalau ada Calon Lain, Memainkan Politik Identitas, Kita Akan Lawan !!!

0
600
SMA For "Metro Kita" Anna - Fritz./*

Kota Metro, Lampungsai.com – Kesadaran dan kepedulian kalangan pemuda – pemudi Kota Metro, mantabkan dan rapatkan barisan bentuk simpul dalam wadah Sahabat Anna atau SMA. Penuh kepercayaan dan kesamaan visi misi, SMA terbentuk untuk Kota Metro bersama Anna Morinda – Fritz Akhmad Nuzir, Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro, pada Pemilukada September 2020.

“Kalau ada calon atau Paslon lain yang memainkan politik identitas, kita akan lawan itu, karena relasi dan kolaborasi terbangun dari keberagaman,”

Disampaikan Ketua SMA, Ahmad Satibi yang akrab disapa Tibi menjelaskan, SMA berdiri pada 20 Februari 2020 dan saat ini dilakukan pertemuan untuk pemantapan sekaligus mengkolaborasi pergerakan dengan tekad menangkan Pemilikada Kota Metro 2020 bersama Anna Morinda – Fritz Akhmad Nuzir.

Apa yg menjadi motivasi mendirikannya..?

Tibi menyampaikan, kesadaran dan kepedulian dari teman-teman tergabung akan pentingnya relasi dan membangun semangat kolaborasi antar pemuda-pemudi Kota Metro.

“Kebetulan di Kota Metro ada Anna – Fritz, tokoh dari kalangan muda yang memiliki kesamaan visi dan memiliki rekam jejak yang mumpuni, sangat layak untuk tampil dan menang di Pemilukada Kota Metro September 2020 mendatang,”katanya.

“Kami merasa ada keterwakilan, maka kami terpanggil untuk mendirikan gerakan ini. Dan penting untuk dicatat, bahwa gerakan ini sama sekali tidak ada permintaan maupun kontribusi khusus secara materi dari Paslon. Kami ini murni gerakan volunteer,”tegas Tibi.

Seperti apa perkembangan dari mulai berdiri hingga saat ini..?

SMA For “Metro Kita” Anna – Fritz./*

Ahmad Satibi menjelaskan, saat ini sudah lebih dari 200 anggota yang terdaftar dan setiap harinya terus bertumbuh.

“Anggota kami terdiri dari beragam profesi dan latar belakang. Mulai dari mahasiswa, pengusaha UMKM, StartUp, Dokter, Akademisi, pegawai swasta,  bahkan komunitas – komunitas hobby juga banyak yang antusias untuk bergabung. Ini semua diluar ekspektasi kami, ternyata antusiasme pemuda-pemudi Kota Metro cukup tinggi pada gerakan ini,”ungkapnya.

Masih kata Tibi, awalnya bergerak dari lingkungan terdekat, teman nongkrong, relasi bisnis dan sebagainya. “Sederhananya, kami mulai dari kongkow, sambil menyatukan visi untuk Kota Metro kedepan. Kami tidak pernah menjanjikan uang ataupun harapan. Kita juga  tidak menjual visi ataupun janji, kami hanya ingin para pemuda Kota Metro terus membangun relasi dan semangat kolaborasi untuk mengawal pembangunan di Kota Metro di berbagai lini,”pungkasnya.

Tibi melanjutkan, “Kita tidak bisa pungkiri selama ini, dari tahun ke tahun Stigma di masyarakat selalu kontestasi Pilwakot dimenangkan dengan cara money politic. Itu tantangan terbesar kami. Tapi sejauh ini pemuda – pemuda sudah mulai sadar, bahkan jengah dengan pola – pola yang sudah terbentuk, belum lagi tantangan kedepan. Kalau ada calon lain yang memainkan politik identitas, kita akan lawan itu, karena relasi dan kolaborasi terbangun dari keberagaman,”tegasnya.

Targetnya, Tibi menegaskan lagi, target jangka pendek tentunya memenangkan Anna – Fritz, maka dari itu kami terus bergerak menghimpun pemuda – pemudi Kota Metro untuk solid bergerak, memenangkan Anna – Fritz.

Jangka panjangnya, gerakan ini tidak berhenti di Pemilukada Metro, sepenuhnya sadar bahwa perkembangan zaman sedemikian pesat, persaingan bisnis semakin ketat, maka semangat relasi dan kolaborasi harus terus tumbuh dan solid. Karena tantangan kedepan jauh lebih berat. Pemuda akan jadi garda terdepan dalam mengawal pembangunan di masa mendatang.

Dan terakhir harapan, dikatakan TIbi, jika Anna – Fritz terpilih memimpin Kota Metro, tentu sebagai pemuda – pemudi Kota Metro memiliki harapan. Anna – Fritz jika memimpin nanti dapat mengakomodir para pemuda –  pemudi Kota Metro untuk beraktivitas dan kreatifitas. Sebab pemuda – pemudi Kota Metro terdiri dari beragam latar belakang.

“Bagimana kedepan masyarakat muda dan pemimpinnya bisa berkolaborasi secara aktif. Tidak terbatas pada sektor tertentu, karena Kota Metro harus dibangun di berbagai lini. Saya yakin, selain Anna – Fritz punya kompetensi itu, banyak sekali pemuda Kota Metro berpotensi melakukan inovasi-inovasi di berbagai bidang. Maka dari itu, jika prinsip akomodatif, kolaboratif bisa terbentuk dan terus bertumbuh, Kota Metro bisa bersaing di pentas Nasional,”ungkap Ahmad Satibi. (*)

LEAVE A REPLY