Sidang Perkara Black Campaign, Riandes-Framdika Mengaku Ada Imbalan Uang

0
62
gedung pengadilan negeri sukadana, lampung timur./Tim

Lampung Timur, Lampungsai.com – Dua orang terduga pelaku pelanggaran kampanye hitam (Black Campaign), mengaku mendapat tawaran uang dari terduga Isnan Subkhi sebesar Rp500 Ribu, melalui rekannya Ilham dan Alan, untuk menyebarkan selebaran ujaran kebencian terhadap paslongub Lampung Nomor urut I.

Kedua terduga adalah Riander Priantara dan Framdika Firmanda. Bersama terduga Isnan Subkhi, Ketiga terduga pelaku ini tertunduk lesu, dalam proses sidang ke 3 yang di gelar PN setempat, Jumat 08 Juni 2018.

Riandes Priantara dan Framdika Firmanda, di hadapan Majelis Hakim, mengaku bersedia melakukan tugas menyebarkan selebaran ujaran kebencian itu, karena ada imbalan yang di janjikan  terduga Isnan Subkhi sebesar Rp500 Ribu, usai menyebarkan selebaran tersebut, di Pasar Sidorejo dan Pasar Sribawono Lampung Timur.

Dihadapan Majelis Hakim, kedua mengungkapkan awal pertemuan dengan Isnan Subkhi, saat dua orang rekannya (Ilham dan Alan) datang ke kediamannya, Minggu 06 Mei 2018 (malam).

Diceritakan Riandes Priantara, “Saat itu, saya diajak ikut menyebarkan selebaran yang belum saya ketahui isinya, lantaran selebaran belum dibawa oleh mereka (Ilham dan Alan). Namun mereka menjanjikan akan diberi uang setelah penyebaran selesai, dan saya menerima tawaran itu,”katanya.

Masih cerita Riandes, pada Senin 07 Mei 2018, sekitar pukul 05.30 WIB, mereka (Ilham dan Alan) bersama dengan Dika dan Isnan Subkhi,  kembali datang menjemput dengan mengendarai kendaraan roda empat. Saat itu, belum mengetahui jika di dalam mobil ada kardus berisikan selebaran.

“Di perjalanan sampai Jepara, saya sempat bertanya, apakah boleh melihat selebaran itu? Kemudian, saya melihat dan membaca sekilas. Lalu, saya kembali bertanya,  bermasalah tidak  kalau menyebarkan selebaran ini? Isnan Subkhi menjawab tidak bermasalah dan memang sudah ada di internet,”ujar Riandes.

Selanjutnya, Isnan Subkhi menyebutkan nilai uang yang akan diberikan kepada Riandes. “Saat di dalam mobil itu, Isnan memberitahukan nominal uang, setelah menyebarkan selebaran tersebut. Saat penyebaran, saya juga bertanya-tanya, kenapa parkir mobil di pasar Sumber Sari Mataram Baru?, perjanjian awal hanya menyebarkan di dua pasar saja,”ungkapnya.

Di kesempatan itu juga, JPU Kejari Sukadana, mempertanyakan kepada Riandes, seberapa banyak selebaran yang telah disebarkan oleh dirinya dan Framdika?.

Riandes mengaku di lokasi Pasar Siderejo disebar selebarannya sebanyak satu rim. Kemudian di Pasar Sribawono sebanyak 1,5  rim, selanjutnya di Pasar Sumber Sari Mataram Baru sebanyak  satu 1 rim selebaran.

“Di pasar terakhir, saya bersama Dika saja menyebarkan selebaran itu. Selesai menyebarkan, saya dan Dika menuju ke mobil untuk pulang. Saat mau masuk ke mobil, datang anggota polisi, disaat itu, Isnan Subkhi mengatakan, biar saya yang bertanggung jawab dan mereka tidak tahu apa-apa,”ungkap Riandes menceritakan kronologis sebagaimana pertanyaan yang di ajukan JPU kepadanya.

Senada diungkapkan Framdika Firmanda, bahwa dirinya dijanjikan  uang sebesar Rp 500 Ribu untuk menyebarkan selembaran itu. Senin 07 Mei 2018, dirinya mengaku dijemput oleh Isnan Subkhi, Ilham dan Alan menggunakan mobil dan kemudian menjemput Riandes.

Diketahui, penyebaran selebaran tersebut, terungkap nama lain yakni Ilham Malik pemilik mobil yang digunakan untuk menyebar dan mengangkut barang bukti selebaran dan Alan merupakan keponakan Isnan Subkhi.(Tim/Ris/Red)

LEAVE A REPLY