Sejumlah Pedagang Dan Usaha Komersil Kota Metro Ngobrol Dengan Mas Fran, Sharing Aspirasi

0
635

Kota Metro, Lampungsai.com – Sejumlah pedagang kuliner dan kalangan muda kreatif (Souvenir) Kota Metro, bersilaturahmi dengan Mas Fran. Pertemuan berlangsung di kediaman Mas Fran, Kelurahan Yosorejo. Minggu, 26 Januari 2020.

Dalam pertemuan, masing – masingnya menyampaikan suaranya, yang selama ini kurang diperhatikan Pemerintah saat ini, secara selaras dengan program yang telah di bawa oleh Mas Fran, Metro Kita Untuk Lebih Baik terkoneksi dengan segala sektor sesuai kebutuhan sebuah Kota dan masyarakatnya yang berdaya.

Salah satu pedagang kuliner, Anwar menyampaikan dihadapan Mas Fran, bahwa kondisi pedagang di Metro saat ini butuh sebuah realita yang disesuaikan keinginan masyarakat pedagang dan para kalangan muda kreatif Kota Metro. Artinya tidak melulu, pedagang yang harus mengikuti kemauan Pemerintah yang kondisinya Bak Api Jauh Dari Panggang.

“Pedagang saat ini, kondisinya seperti kisah Umar Bin Khatab, ada seorang ibu memasak batu untuk mengelabui sang anak, dengan harapan ada yang bisa di makan hari ini. Nah kondisi ini, yang pedagang alami, harapan dan harapan. Kami ingin berdaya dan kami ingin dimasyarakatkan,”katanya.

Disampaikan juga oleh Amung Pamungkas, “Kami pedagang ini, sebagian pedagang eks taman. Era pimpinan Lukman Hakim, kami pedagang di Taman saat ini nyaman bahkan mendapat support bantuan modal.
Saat kami di gusur ke Lapangan Samber, selalu di usir-usir. Apalagi kala ada event – event. Kalau acara Metro Fair, kami pedagang bisa maklumi,”ujarnya.

“Biarpun kami pedagang, kami juga manusia. Kami pedagang dan pelaku permainan dapar diberdayakan dan dilibatkan dalam setiap event. Kami di samber ini, kehujanan dan kepanasan, di usir – usir begitu saja tanpa solusi. Berharap, saya berdoa dan bermunajat, Mas Fran bisa memimpin Metro, dan memperjuangakan masyarakat Metro, khususnya pedagang seperti kami,”imbuhnya.

Senada dengan Ali, mewakili kaum kreatif  muda bergerak dibidang sablon dan souvenir Kota Metro, sebagaimana hal disampaikan rekan Рrekan perwakilan pedagang tadi, tentunya berharap kedepan bisa diberdayakan, agar Kota Metro punya ciri khas baik itu baju dan souvenir lainnya.

“Kami hanya kalangan bawah, sebuah komunitas yang hanya berharap ada pemberdayaan lebih agar Metro punya khas hasil dari kaum muda terwakili. Kedepan tidak lagi mengambil produk luar Kota untuk dipamerkan, murni dari Metro,”ungkap Ali.

Menyambut suara perwakilan pedagang tersebut, Mas Fran menyampaikan, sebenarnya pedagang di Kota Metro, khususnya pedagang kuliner dan pengusaha permainan hanya perlu penataan dengan memberdayakan. Salah satu cara ide kedepan, memetakan ruang – ruang yang ada di Kota Metro menjadi tempat, dengan prioritas pedagang Kota Metro.

“Kedepan akan terkoneksi dengan pedagang sekitar, melibatkan pedagang sekitar dalam setiap event. Dan tentu akan menjadi trobosan pemerintah membentuk sebuah wadah untuk mengelola ruang publik yang isinya nnti pedagangnya,”jelasnya.

Masih kata Mas Fran, pada dasarnya semua harus terkoneksi dan difasilitasi agar lebih tertata. Ada tiga hal atau tempat ruang yang harus di kelola dengan baik dan tertata, yakni ruang terbuka publik, tempat wisata, tempat kegiatan. Ketiga ini, tentu akan hidup didukung dengan pedagang, kuliner dan usaha komersil yang lain.

“Kota Metro tinggal pengelolaan yang baik dan tertata, sampai dengan memberdayakan masyarakat pedagang dan usaha komersil lainnya yang memang telah diberikan ruang atau space, menjadi satu jaringan dan fasilitas yang baik dan akan mengakomodir masyarakat secara baik. Dan ini insyallah menjadi program kedepan dan perlu di kaji ulang lebih matang, berharap ada ide-ide masukan langsung dari pedagang dan usaha kuliner yang ada,”pungkas Mas Fran. (*)

LEAVE A REPLY