Satreskrim Polres Tulang Bawang Ringkus Residivis

0
214
FH (25) tertunduk lesu saat di gelandang tim Satreskrim Polres Tuba dengan menggunakan mobil./Ari

Tulang Bawang, Lampungsai.com –  Baru saja keluar di Bulan Ramadhan beberapa waktu lalu, dari Lapas atas tindak pidana Curat. FH (25) kembali diringkus tim Satreskrim Polres Tulang Bawang, dengan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Saat ini FH (25) tengah menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut, di Mapolres setempat. Atas perbuatannya, FH dijerat dengan Pasal 362 KUHPidana tentang pencurian, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun.

Satreskrim Polres Tulang Bawang saat menangkap pelaku curanmor FH (25)./Ari

Kasat Reskrim AKP Zainul Fachry, mewakili Kapolres  AKBP Raswanto Hadiwibowo, mengatakan, pelaku ditangkap pada Kamis 05 juli 2018, sekitar pukul 23.30 WIB di Tiyuh/Kampung Mulya Asri.

FH (25) warga Kampung Gunung Batin Lama, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, ditangkap berdasarkan laporan korban Khoirul (22), warga Tiyuh Marga Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Sesuai dalam Laporan Polisi Nomor:LP/451/IX/2017/Pold Lpg/Res Tuba/Sek TBT, tanggal 17 September 2017. Kerugian Sepeda Motor Honda CBR warna putih biru BE 5992 QI, yang ditafsir sebanyak Rp16 Juta.

“Aksi yang dilakukan oleh pelaku, pada Minggu 17 September 2017 lalu. Saat itu sepeda motor milik korban terparkir di samping rumah dalam posisi mesin menyala, ditinggalkan oleh korban sebentar masuk ke dalam rumah untuk menghidupkan mesin air. Saat itu juga, pelaku langsung mengambil sepeda motor tersebut dan membawanya kabur,”Kata Kasat Reskrim, Sabtu 07 Juli 2018.

Diketahui juga, AKP Zainul melanjutkan, FH (25) adalah residivis belum lama ini keluar dari tahanan sebagai Napi di Lapas. Saat hendak ditangkap, pelaku melakukan perlawanan yang dianggap membahayakan petugas. Maka di lakukan tindakan tegas dengan tembakan ke arah kaki pelaku.

“Atas perbuatan pelaku, di jerat Pasal 362 KUHPidana tentang pencurian, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun,”ujarnya. (Ari)

LEAVE A REPLY