Sarpas RSUD Batin Mangunang Minim Dua LSM Klarifikasi Penyerapan Anggaran TA 2020

0
485
Tanggamus, Lampungsai.com – Minimnya Sarana Prasana (Sarpras) RSUD Batin Mangunang, yang di klarifikasikan pihak LSM MP3 (Masyarakat Pemantau Pendidikan dan Pembangunan) dan LSM Jarak (Jaringan Aspirasi Rakyat) Lampung, beberapa waktu lalu. Layangkan surat ditujukan ke Direktur RSUD setempat. Jumat, 05 November 2021.
Surat klarifikasi yang dilayangkan, juga bertujuan untuk meminta pihak direksi RSUD Batin Mangunang dapat menunjukan bukti fisik Sarpras sesuai dengan pelaporan penyerapan anggaran Sarpras TA 2020 yang di sampaikan ke DPRD .
Disampaikan Ketua LSM MP3, Arpan AR bahwa, pihaknya bersama tim LSM Jarak melayangkan surat klarifikasi kegiatan pengadaan Sarpran RSUD, tindaklanjut atas jawaban dari Kepala Bagian Sarpras, Dirhamsyah mengaku tidak mengetahui soal Sarpras RSUD dengan alasan, Dirhamsyah menduduki jabatan Kabag Sarpras terhitung Desember 2020. Kegiatan pengadaan Sarpras sudah selesai saat itu.
“Inilah yang perlu di pertanyakan ulang, guna memastikan fisik sarpras bukan hanya dokumen pelaporan yang disampaikan penjabaran anggaran perubahan dan realisasi penyerapan anggaran di RSUD setempat.”kata Arpan.
Selain itu, kata Arpan, pihak LSM MP3 dan juga LSM Jarak, patut mempertanyakan anggaran DAK fisik yang di APBD-kan TA 2020 termasuk anggaran kegiatan rutin APBD TA 2020 sesuai yang dilaporkan. Akan kita padukan dengan Perpres No.123 tahun 2020 tentang petunjuk teknis DAK Fisik dan Sarpras serta Permenkes yang berkait sesuai dengan tipe C RSUD Batin Mangunang.
“Pengelolaan dan penyerapan anggaran negara, sesuai peruntukan kegiatab program, harus ada pertanggungjawabannya,”tegasnya.
Di jelaskan juga oleh Ketua LSM Jarak Lampung, Supriansyah, perlu di ketahui bahwa hal yang dilakukan saat ini menindaklanjuti ketidak puasan jawaban klarifikasi dari Kepala Bagian Sarpras, Dirhamsyah yang mengaku tidak tahu tentang persoalan sarpras rumah sakit.
Pihaknya, (LSM Jarak dan LSM MP3) hanya mengklarifikasi membuktikan kegiatan yang ada di RSUD Batin Mangunang sesuai dengan data dokumen yang ada. Fisiknya perlu diketahui secara jelas, karena anggarannya cukup besar diserap selama perjalanan tahun anggaran 2020.
“Kami dari LSM Jarak bersama LSM MP3, berharap pihak direksi RSUD Batin Mangunang bisa berkerjasama dalam mengedepankan keterbukaan informasi publik dan mengedepankan aturan dalam pengelolaan penyerapan anggaran daerah atau negara, agar tidak ada nilai atau asumsi negatif, penyerapan APBD TA 2020 RSUD diduga fiktif,”ungkap Suprian.
Sementara Kepala Bagian Sarpras Dirhamsyah, mengaku tidak mengetahui apa-apa. “Ini sangat aneh, apa tupoksi Kabid Sarpras sebenarnya?. Harapan kami, pihak rumah sakit bisa mengundang kami dan disaksikan oleh kawan-kawan media untuk membuktikan bahwa barang-barang itu ada, jangan hanya berupa tulisan saja dikertas saja,”tandas Suprian.
Sebelumnya, Kepala Bagian Sarpras, Dirhamsyah, saat dikonfirmasikan pihak dua LSM bersama tim media, dirinya mengaku tidak mengetahui dan meminta agar secara tertulis untuk barang-barang yang dimaksud.
“Saya masuk disini bulan Desember, kalau proses yang dulu saya tidak tahu, itu bukan jaman saya, saya masuk sini bulan Desember, itu kan prosesnya tahun 2019, pembeliannya tahun 2020,”elak Diramsyah. (Tim)

LEAVE A REPLY