RSUD A.Yani Diduga Tolak Korban Laka, Keluarga Panik, Mobil Terguling

0
4982
Laka lantas, mobil L-300 terguling di Jl.Jend Sudirman depan RS Mardi Waluyo Kota Metro./Red

Metro, Lampungsai.com – Kejadian kecelakaan mobil pick up jenis L-300 BE 9523 NE, membawa 1 keluarga dari Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, terbalik di Jl. Jend Sudirman depan RSU Mardi Waluyo Kota Metro, sekitar pukul 12.35 WIB, Kamis 25 Januari 2018 lalu. Penyebabnya, lantaran pihak RSUD A.Yani di duga menolak, Muryati (41) korban laka di bedeng 51 Sekampung. Keluarga terpaksa membawa korban, penuh kepanikan dan tergesa-gesa, untuk mendapatkan tindakan medis di RS lain.

Dilansir lampungtelevisi.com, terkait dugaan penolakan terhadap korban laka lantas tersebut, sebagaimana pernyataan Amirul sopir L-300 karena tidak diterima di RSUD A.Yani, sehingga buru -buru mencari RS lain dengan kondisi penuh kepanikan keluarga korban. Di tepis pihak RSUD A.Yani dengan penjelasan adanya perbedaan IGD dengan UGD.

Arsip Lampungsai.com/red

Melalui penasehat Hukum RSUD A.Yani, Hadri Abunawar mengatakan, berbagai kebijakan, belakangan ini telah membuat pelayanan rumah sakit (A.Yani) berbeda dari sebelumnya. Seperti halnya RSUD AM, yang ada disana IGD bukan UGD.

UGD dapat menerima pasien apap pun, sementara IGD hanya menerima pasien rujukan dari tempat medis lain.”RSUD A.Yani adalah rumah sakit rujukan daerah, jadi harus melalui dulu, kecuali dalam keadaan darurat betul. Ini yang belum dipahami masyarakat. Artinya SOP RSUD A.Yani, menangani penyakit atau keadaanya sudah betul-betul darurat, maka itulah IGD,”ujarnya.Lihathttp://www.lampungtelevisi.com/2018/01/hadri-igd-rsud-yani-metro-khusus-rujukan.html

Disisi lain, Anggota DPRD Kota Metro Alizar, mengungkapkan, adanya informasi terkait dugaan penolakan pasien, bagaimana pun persoalan status pasien, apalagi korban kecelakaan, pihak rumah sakit harus menerima dan ditangani terlebih dahulu. “Soal mereka memakai BPJS atau umum, urusan nanti,”ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, keluarga korban kecelakaan tersebut merupakan warga Dusun Sri Basuki Kecamatan Sekampung. Di ungkapkan Amirul sang sopir L-300, bahwa Warsito (47) bersama Muriati (41) tak lain istrinya, bersama dengan Ainun Naim (27) dan Air Hasanah (47), bersama-sama mengantarkan Muryati korban kecelakaan motor, ke RSUD A.Yani sesuai rujukan dari salah satu Puskesmas wilayah Sekampung Lampung Timur, mengendarai mobil L-300.

Sesampainya di RSUD A.Yani, ternyata pihak RSUD A.Yani Kota Metro berpredikat Role Model Pelayanan Publik Terbaik dari KemenPan-RB itu, di duga menolak pasien Muryati (41), berbekal surat rujukan dari Puskesmas.

Atas hal itu, keluarga Muryati, terutama Warsito (suami) panik, sehingga dengan segeranya alias terburu-buru mencari rumah sakit lain, tujuan ke RS Mardi Waluyo.

Saat melintas di Jl. Jend Sudirman, seluruh perhatian keluarga tertuju ke RS Mardi Waluyo. Konsentrasi  Amirul (Sopir) pun buyar, terbawa kepanikan keluarga Muryati. Amirul, bermaksud langsung belok ke rumah sakit, tetapi menabrak pot bunga pembatas jalan, sehingga terguling.

Kejadian itu, 4 korban di rawat di RS Mardi Waluyo. Dikatakan Dr. Evi, dari kelima penumpang L-300, hanya empat yang dirawat. “Yang satu (Warsito) parah. Pendarahan di kepala. Kami rujuk ke rumah sakit lain, tetapi keluarga masih musyawarah,” katanya. (Red)

LEAVE A REPLY