Ratusan Kades Kecewa, Plt Bupati Dalih Bimtek Tidak Ada Koordinasi

0
349
Ratusan Kepala Desa dari Kabupaten Lampung Utara saat mengikuti pemaparan tentang keberhasilan Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali./Budi Irawan

Lampung Utara, Lampungsai.ccom – Ratusan kepala desa kecewa terkait pernyataan Plt Bupati dan pihak Dinas PMD yang mengatakan tidak adanya koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) yang dilaksanakan di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

Melalui Wakil Ketua DPC Apdesi Lampung Utara, Nandang Zaili ratusan kades yang ikut serta dalam kegiatan bimtek dan study tiru ke Bali tersebut menyampaikan kekecewaan mereka atas tidak adanya perwakilan dari Pemkab dan dinas instansi terkait yang menghadiri kegiatan tersebut.

“Kita ini sudah seperti anak ayam yang kehilangan induknya, pemda sudah tidak ada kepentingan politik lagi dengan kita,” ungkap Nandang Zaili, menyampaikan kekecewaan mereka (para kades) kepada jajaran Pemda Lampung Utara.

Menurutnya, “Satu minggu sebelum kegiatan ini kita laksanakan kita juga sudah membuat dan mengajukan permohanan pendampingan kepada Plt Bupati dan dinas instansi terkait, tapi sangat disayangkan tidak ada satu dinas instansi pun yang diutus oleh Plt bupati untuk membuka acara dan melakukan pendampingan kepada kita,” ungkapnya.

Dijelaskan Nandang, bahwa dalam perencanaan kegiatan tersebut telah diprogramkan sejak tahun 2017 lalu. Namun baru terlaksana pada tahun 2019. Karena pada tahun 2017 merupakan tahun Pilkada Kabupaten Lampung Utara dan di tahun 2018 kembali tertunda karena terkendala anggaran yang belum dapat dicairkan oleh Pemkab setempat.

“Kegiatan ini sebelumnya sudah kita koordinasikan terlebih dulu dengan Pemerintah Daerah sejak tahun 2017, tapi pada waktu itu ada kegiatan pilkada disarankan oleh Bupati untuk ditunda di tahun 2018, tapi lagi-lagi di tahun 2018 ditunda dan belum dapat dilaksanakan karena menyangkut dana ADD belum bisa dibayarkan oleh Pemda,” papar Nandang.

Pada awal tahun 2019, lanjutnya, pihaknya (Apdesi) kembali melakukan audensi dengan bupati yang dihadiri dari dinas instansi terkait, dan pada kesempatan itu bupati menyetujui pelaksanaan bimtek tersebut dilaksanakan dengan syarat mencari daerah geograpisnya yang hampir sama kondisi daerah setempat.

“Selain itu saran bupati agar kami dapat mencari daerah yang akan di kunjungi yang mempunyai prestasi nasional. Baik itu dari tata kelola pemerintah desa atau administrasi desa, peningkatan PADes, hasil pertanian yang meningkat dan Bumdes yang maju dan lain-lain. Makanya kita memilih Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung ini karena sudah jelas desa ini sebagai desa terbaik nasional sebagai lokasi kunjungan studi tiru,” ungkapnya.

Nandang kembali menegaskan, bahwa pada awal bulan November 2019 jajaran Apdesi sebagai perwakilan kepala desa juga kembali melakukan audensi dengan Plt Bupati Budi Utomo.

“Kita sudah sampaikan kembali rencana bimtek ini bahwa akan dilaksanakan pada tanggal 20 November 2019 di Bali dengan lokasi kunjungan Desa Kutuh,” lanjutnya, seraya mengutarakan, terpilihnya Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali oleh ratusan kepala desa dari Kabupaten Lampung Utara yang menjadi tempat studi tiru, karena sudah terbukti dengan diraihnya juara 1 dari hasil evaluasi tingkat perkembangan desa oleh Presiden RI, Ir Joko Widodo dalam pencapaian Pendapatan Asli Desa (PADes) yang mencapai Rp11,9 miliar.

“Dasarnya kunjungan pada desa itu karena memiliki dan telah terbukti punya prestasi desa terbaik nasional, dan kegiatan tersebut dianggarkan dalam ADD/DD di APBDes desa di masing-masing desa,” tegasnya.(Budi Irawan)

LEAVE A REPLY