“Pungli Jadi Penyakit”, Chusnunia Harapkan Kemajuan Berarti Di Lampung Timur

0
300

Lampung Timur, Lampungsai.com – Menghapus praktek pungli di Indonesia khususnya di Kabupaten Lampung Timur merupakan pekerjaan yang tidaklah mudah, dikarenakan pungli telah menjadi penyakit yang sudah mendarah daging baik ditingkat birokrasi, ditingkat aparat penegak hukum maupun masyarakat itu sendiri.

Demikian hal tersebut disampaikan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim saat mengukuhkan Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) bertempat di aula pemda kabupaten setempat, Rabu (07/03/17).

Acara pengukuhan Saber Pungli dihadiri Wakil Bupati para anggota Forkopimda Lampung Timur, para Asisten dan staf ahli, Inspektorat, serta seluruh Kepala Dinas.

Dalam sambutanya, Chusnunia berharap kepada para pengurus agar dapat membawa kemajuan yang lebih berarti bagi perkembangan sapu bersih pungutan liar dan pembangunan di Kabupaten Lampung Timur.

“ Demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih , perlu adanya keseriusan dan kesungguhan kita untuk meneggakkan aturan hukum, salah satu diantaranya adalah kita harus mempunyai komitmen dan integritas untuk memberantas korupsi, khususnya pada pelayanan publik” Ujar Chusnunia.

Dengan diberlakukanya kebijakan Presiden berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar, maka semua lini, baik ditingkat pusat maupun daerah memiliki tugas dan tanggung jawab serta wewenang untuk memberantas pungutan liar tersebut.

Ditambahkan Chusnunia, Satuan Tugas yang dibentuk ini juga diharapkan dapat memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk lebih percaya bahwa hukum dapat ditegakkan. Ketika kepastian hukum dapat ditegakkan dan biaya siluman yang muncul akibat pungli dapat dihilangkan maka indeks tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik diharapkan dapat meningkat .

”Setiap pengaduan masyarakat terkait pungli harus segera diberi solusi dan ditindak lanjuti, agar tujuan Reformasi hukum tercapai. Agenda Reformasi Hukum Nasional saat ini bukan berarti sebelumnya tidak ada penegakkan hukum, melainkan saat ini pemerintah tengah bekerja keras agar Reformasi Hukum dilaksanakan secara optimal.” Jelasnya.

Reformasi Hukum yang tengah dikerjakan meliputi tiga hal yaitu penataan regulasi, pembenahan lembaga dan aparat penegak hukum guna terciptanya budaya hukum yang kuat.(Rio)

LEAVE A REPLY