PT.TI Akui Tak Kantongi Izin Usaha Perkebunan, Surat Distanbun Saran Tak Masalah

0
583
Ist, Perkebunan Karet dan Kakao. PT Tanggamus Indah./Red

Tanggamus, Lampungsai.com – Dugaan PT.Tanggamus Indah Tidak kantongi Izin Usaha Perkebunan (IUP) dari Pememerintah Kabupaten Tanggamus, atas laporan warga Kecamatan Kotaagung Timur. Pihak PT.TI akui belum kantongi izin yang terkait, akan tetapi hal itu bukan kesalahan penuh pihak PT, karena sebelumnya sudah mengajukan proses izin kepada Bupati Tanggamus.

“Memang kami akui sampai saat ini belum kantongi izin usaha perkebunan. Namun , untuk urusan izin tersebut bukanlah kesalahan kami sepenuhnya, secara prosedur sudah kami sampaikan kepada Bapak Bupati,”

Demikian dikatakan Wakil Pimpinan PT.TI, Deden, yang mengelola lahan HGU seluas 895 hektare dengan jumlah karyawan 200 orang lebih tersebut. Jumat 05 Mei 2017.

Menurutnya, proses izin yang diajukan sudah setahun lamanya, namun sampai saat ini belum juga jadi. Sebagai landasan, dengan terbitnya HGU PT.TI sudah pasti persyaratan semua lengkap, dan tidak ada permasalahan termasuk dari Dinas terkait.

Jauh sebelumnya dulu, pihak PT. TI memiliki surat dari Dinas Perkebunan yang menyatakan bahwa tidak punya izin tidak masalah, karena IUP untuk perusahaan yang baru berdiri. Sekarang ini, di minta untuk mengurus izin, bahkan muncul pengaduan dari masyarakat atas tidak adanya izin tersebut.

“Kalau untuk PBB P3 ,kami perusahaan membayarnya langsung ke Natar, dan untuk Hak Guna Usaha (HGU. PT.TI ) kami melaporkannya ke Pusat. Untuk berapa besaran membayar itu kewenangan pusat. Yang kami bayar ke Pemkab Tanggamus adalah PBB P2 yakni HGB PT TI dan HGB PT Marta Tirta,”ujarnya.

Menyinggung soal, lahan yang di sewakan oleh PT TI, atas lahan yang di kelolanya sebagai perkebunana karet dan kakao. Deden, membenarkan adanya informasi tersebut, namun hal itu di luar sepengetahuan Perusahaan.

“Justru kami sedang mencari siapa pelakunya yang berani mengatasnamakan perusahaan,  menyewakan lahan yang ada dan sudah mendapatkan izin dari perusahaan. Dan dalam hal ini, sudah di serahkan kepada kuasa hukum PT.TI, biarkan proses hukum yang berjalan, karena laporan sudah masuk,”ujarnya.

Disisi lain, masyarakat Tanjung Anom Kecamatan Kota Agung Timur Kabupaten setempat, diwakili Idrus Subagio (63), akan segera melayangkan surat pengaduan ke Instansi yang membidangi pertanian dan perkebunan. Pengaduan tersebut berisikan sejak berdirinya PT TI diduga tidak patuh dan tunduk terhadap UU perkebunan dan Permentan sebagaimana tercantum dalam diktum empat keputusan kepala badan pertanahan RI No 16 tahun 1991.

Laporan yang akan segera dilayangkan tersebut, diharapkan dapat di tindaklanjuti sekecil apapun hasilnya, berdasarkan peraturan yang berlaku. Agar tidak menimbulkan kesan bahwa Pemkab Tanggamus melakukan pembiaran kepada perusahaan yang nakal.

Diketahui, diduga PT.TI selama ini menggunakan izin perdagangan SIUP dari Departemen perdagangan tanggal 23 Desember 1989. Sementara PT.TI mendapatkan Hak atas Tanah HGU PT.TI pada tahun 1991 seluas 917.60 hektare. (Budi WM)

Baca Berita terkait…

https://lampungsai.com/berita-lampung-terkini/wahwaaaah-26-tahun-beroperasi-pt-ti-diduga-belum-kantongi-izin-resmi-budidaya-perkebunan/

https://lampungsai.com/berita-lampung-terkini/dugaan-pt-tanggamus-indah-tak-kantongi-izin-distanbun-dapat-teguran-tegas-dprd/

https://lampungsai.com/berita-lampung-terkini/pt-ti-diduga-tak-kantongi-izin-bidang-aset-ungkap-aset-tanah-belum-terakomodir/

LEAVE A REPLY