Proyek Rigid Pavement Rp1,2 M CV.Bumi Pratama Diduga Dilaksanakn Asal Jadi Warga Informasikan Ke LSM

0
1077
Tanggamus, Lampungsai.com – Pekerjaan proyek pembangunan Rigit beton jalan Tambrik, Dusun Pematang Teba, Pekon Penyandingan, Kecamatan Klumbayan, Kabupaten Tanggamus dilaksanakan asal jadi. Pihak Pekon menyesalkan pelaksanaan asal jadi proyek rigit beton, pelaksana CV. Bumi Pratama, asal Bandar Lampung, senilai Rp.1.246.727.000 TA 2021, Nomor kontrak 600/001/BM-06/24/2021,waktu pelaksana 150 hari kalender.
Informasi dan data lapangan atas dugaan proyek asal asalan tersebut, disoroti sejumlah praktisi LSM Kabupaten setempat dan akan berkoordinasi serta melakukan desakan gelar ulang dari nol kegiatan tersebut. Pelaksanaan peningkatan jalan rigit beton dengan rekanan CV.Bumi Pratama serta pembangunan bronjong dilaksanakan asal jadi.
Selain aparatur Pekon, Warga sekitar pembangunan juga menyayangkan adanya kegiatan proyek tersebut. Sehingga menyampaikan informasi kepada tim media ini serta melaporkan ke sejumlah LSM untuk dapat ditindaklanjuti informasi yang ada.
Adaun kegiatan proyek rigit tersebut, adukan 17 sampai 20 : 1 dan menggunakan batu krikil untuk campuran bahan cor. Selain itu, tulangan atau rangka dasar rigit tidak ada besi. Bagian atas, dipasang besi potongan, diduga juga menggunakan besi bukan standar cor mixer rigid. Demikian juga dengan pembangunan bronjong asala pasang, menggunakan batu ukuran kecil dan bercampur tanah.
Sementara ini, pihak DPRD Kabupaten setempat, melalui komisi III dan pihak Dinas PUPR belum ada yang dapat memberikan penjelasan.
Kepada media ini, Sabtu, 03 Oktober 2021 kemarin, tiga orang perwakilan warga sekitar pembangunan rigid beton dan bronjong, tersebut yakni warga Dusun Salong, Pekon Penyandingan dan Warga Dusun Lebung Sari, Pekon Unggak, Kecamatan Klumbayan, menyampaikan informasinya serta menyampaikan dokumen foto dan video, sejak awal titik nol pelaksanaan proyek kepada pihak LSM GMBI dan LSM MP3, untuk di tindaklanjuti lebih jauh.
Dikesempatan itu, Kepala Pekon Penyandingan, Zulkarnain, sesalkan adanya proyek asal jadi tersebut.  Pihaknya dan aparatur Pekon tidak pernah mengetahui, karena pihak pelaksana tidak ada koordinasi. Namun, sesuai permintaan warganya, maka dirinya turun mengecek langsung kegiatan proyek tersebut yang dilaksanakan asal asalan, menggunakan batu krikil untuk cor. Selain itu ada proyek Bokalfet, Bronjong Penahan Tebing dan Drainase.
“Jujur saya kecewa dengan hasil kerja yang sudah ada, semua pekerjaan yang ada dilaksanakan asal asalan. Saya tegas meminta pekerja untuk sementara pekerjaan di stop, kalau kegiatan belum maksimal sesuai aturan dan nilai pagunya,”ujar Kakon
Dilain pihak, Ketua LSM GMBI Distrik Tanggamus, Amroni menjelaskan, gambaran umum proyek jalan rigid beton itu adalah proyek perkerasan jalan dengan kontruksi diatas tanah, dengan pondasi bawah, pondasi atas dan lapos permukaan. Fungsi perkerasan jalan (rigid beton/pavement) adalah untuk memebrikan permukaan rata/halus bagi pengendara. Dapat didefinisikan sebagai struktur perkerasan yang terdiri dari plat beton yang bersambungan atau plat beton menerus dengan tulangan di atas lapis pondasi bawah, tanpa atau dengan aspal sebagai pelapis permukaan jalan.
Biasanya dengan ketebalaan 300 MM atau 30.0 Cm sesuai dengan perhitungan perencanaan tebal perkerasan dengan metode manual. Untuk pondasi bawah menggunakan lapis pondasi agrehat Kelas A tebal 15 CM. Lalu, ada LC (Lean Concrete) yakni lantai kerja untuk perkerasan rigid pavement agar semen tidak meresap ke dalam lapisan bawah. Tebal LC itu, biasanya 10 Cm, dan biasanya terbuat dari beton dengan mutu K175.
Masih kata Amroni, rancangan tebal jalan beton untuk lalu lintas rendah mempunyai tebal 150 MM sampai 200 MM dan 230 MM, tergantung pada Lalu Lintas Harian Rata-rata Kendaraan Niaga (LHRN). Kinerja perkerasan diramalkan pada angka desain wrminal serviceability atau pt:2,5 untuk jalan raya utama, pt:2,0 untuk jalan lalu lintas rendah dan ada juga initial serviceability po: 4,5.
 “Ini rumusan atau gambaran sederhana atas rigid beton pavement. Yang jadi soal, rigid beton pelaksana CV.Bumi Pratama senilai Rp1.2 M itu, kalau melihat data foto dan video sejak titik nol pekerjaan, patut dipermasalahkan dan wajar dituding asal jadi, sebab rangka besi dan posisi atau tahap rigid itu, perlu di kroscek ulang dan dilaksanakan dengan benar. Pihaknya juga bersama dengan LSM MP3 akan menindaklanjuti hal ini,”tegas Amroni.
Dijelaskan juga oleh, Ketua LSM MP3, Arpan bahwa, demi pengetahuan bersama mengenai rigid beton itu, sebagaimana disampaikan rekan Amroni, benar adanya. Bahwa, proses pembangunan jalan beton cukup sederhana yakni, perataan permukaan jalan bersih dari penghalang kegiatan proyek. Lalu dilakukan pemadatan badan tanah yang akan di bangun jalan rigid beton.
Selanjutnya, pemberian pondasi untuk beton yang maksudnya memberikan urugan pada lokasi yang akan di bangun jalan beton dengan menggunakan batu makadam ketebalan 30 Cm dan diberi urugan atau lalisan sirdam (pasir dan batu kecil) untuk mengisi celah atau ruang pada urugan pertama tadi. Lalu, dipadatkan dengan alat vibrator beton.
Proses lanjut menutupi lapisan pondasi menggunakan hamparan plastik untuk menutupi landasan cor beton agar tidak meresap ke dalam tanah pondasi tadi. Barulah memasang kerangka beton atau tulangan disebut wiremesh sebagai lapisan beton decking, umunya ketebalan besi sekitar 8 MM. Tulangan itu bertujuan untjk memberikan batasan sekaligus pengikat wiremesh pada lapisan bawah dan atas. Selanjutnya proses pengecoran beton dengan campuran yang hars diperhitungkan agar memiliki kualitas baik.
“Dalam proses ini saja, sejak awal atau titik nol patut di permasalahkan, sesuai dokumen foto dan video yang ada ini. Pihak kontraktor dan pihak Dinas PUPR harus bertanggung jawab pelaksanan proyek rigid beton senilai Rp.1.2 M, harus di kroscek dan gelar ulang pekerjaan dari titik NOL. Agar ini terlaksana, pihaknya akan kembali ke lapangan kembali dan akan melakukan klarifikasi serta desakan. Sebab jiika ini dibiarkan, maka infrastruktur pembangunan di Kabupaten Tanggamus, tidak akan berkualitas dan akan ada banyak permasalahan atas dugaan korupsi proyek mengait pihak-pihak berwenang,”tegas Arpan.
“Pihaknya juga akan menggelar modulasi standar rigid beton pavement sesuai dengan kualifikasinya. Belum lagi proses pemadatan beton mendekati finishing, awal dasar pekerjaan titik Nol diduga bermasalah, bagaimana bisa bermutu kualitas hasilnya. Kita bedah teknis pekerjaan, sesuai klasifikasi atau kelas beton dari K100 sampai K500. Dan kami yakini, proyek Rp.1.2 M CV.Bumi Pratama itu, diduga bermasalah,”Imbuh Arpan. (Asosiasi Jurnalis Online Lampung)

LEAVE A REPLY