Proyek Jalan Hotmix Pekon Datarajan Diduga Belum Rampung Sudah PHO

0
314

Tanggamus, Lampungsai.com – Diduga tidak sesuai bestek ,pekerjaan belum selesai seratus persen, Dinas PUPR Tanggamus sudah PHO pekerjaan pada Kegiatan Peningkatan kapasitas struktur jalan Pekon Datarajan ke Pekon Air Abang, Kecamatan Ulu Belu, DAK tahun 2020  dengan nilai pagu miliran rupiah, kinerja dan pengawasannya PPTK  dipertanyakan langsung ke Kabid Bina Marga. Rabu,18 November 2020.

Disampaikan salah satu warga, Jek (30), kepada Bowo, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tanggamus  diruang kerjanya beberapa hari lalu, bahwa pekerjaan  hotmix sumber dana DAK tahun 2020 dengan nilai pagu Rp3.113.201.602 pelaksana CV.Agim Perdana,yang seharusnya 5 Cm. Namun dilapangan diduga tidak sesuai bestek dan adanya PHO pekerjaan yang belum selesai seratus persen.

Menurut Jek, pekerjaan jalan ini terkesan  memang tipis, di beberapa titik ketebalannya tidak sampai lima centimeter. Lagian dalam papan informasi proyek tidak dicantumkan berapa ketebalan aspalnya.bahu jalan diduga tidak di stemper, sabes terlihat acak acakan, apakah ada pekerjaan diterima dan di PHO.

Harusnya pekerjaan selesai 100 persen, baru ditimbang terimakan, kenapa pekerjaan seperti itu sudah  di PHO atau diterima,ada permainan apa dengan pihak PPTK di dinas PUPR Tanggamus.

“Dinas PUPR Tanggamus harus bertanggung jawab karena sudah menerima pekerjaan yang belum selesai sudah PHO.PPTK yang ditunjuk untuk pengawasan dilapangan diduga ada main mata,”katanya.

Lanjutnya,pada saat penghaparan hotmic pertama, tidak dihadiri pihak Dinas PUPR Tanggamus,Bapak Teguh selaku pengawas pekerjaan dan Pak Ariyantoni selaku PPTK tidak dilokasi pekerjaan, padahal Ariyantoni sangat bertanggung jawab sebagai tekhnis suatu pekejaan ini.

“Maka dari itu pekerjaan yang dikerjakan oleh CV Agim Perdana diduga amburadul,asal jadi.kami menduga ada permainan pihak pelaksana dengan petugas Dinas PUPR  yang ditunjuk di pekerjaan itu,”ungkap Jek.

Sementara Bowo, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Tanggamus saat diwawancarai tim media beberapa hari lalu ,membenarkan jika hasil kerjaan itu masih ada kekurangan dan pihaknya sudah memerintahkan kontraktor untuk ditambah ketebalannya.

“Memang untuk ketebalan dibeberapa titik hotmicx dan sabes A nya ada yang kurang.Dan bisa kita simpulkan dengan kurang ketebalannya ,mereka(kontraktor) sudah perintahkan untuk lakukan penebalan ulang.Tapi,menurutnya, tidak semua titik  kurang tebal dan tidak semua dilakukan penebalan,”Kata Bowo.

Terkait dengan kerusakan ,terus terang pihak dinas
sudah perintahkan ke rekanan untuk memperbaiki dan selama 6 bulan kedepan hingga dinyatakan selesai PHO.

“Ini baru serah terima pertama dan mereka masih punya tanggungan 6 bulan kedepan atau lebih.mereka punya hak tapi selama 6 bulan ada pemeliharaan.katanya.

Lanjutnya,untuk pemeriksaan nanti ada BPK sebagai  lembaga yang punya wewenang audit.saya dari dinas sudah berupaya dan upaya kita juga itu masih harus perlu di audit BPK.Ketika disitu kurang volume ,rekanan harus memperbaikinya.

“Dan untuk pelaksanaan PHO itu tidak foull.Dibayarkan seratus persen tapi bayarnya tidak seratus persen karena  ada yang kita potong dan   tidak cukup seratus persen pembayarannya.Tidak ada paket yang tidak di audit BPK,”tegas Bowo. (Budi WM/Tim)

LEAVE A REPLY