Potong Dana PIP Untuk Gaji Guru Honor, Kejari Masih Lakukan Penyelidikan

0
408

Tanggamus – Lampungsai.com – Laporan dugaan Pungli di SMK Negeri 1 Tanggamus, yang disampaikan Tim LSM Lembaga Independen Pemantau Anggaran Negara (LIPAN) pada Kamis, 17 September 2020, pihak Kejari setempat sedang melakukan penyelidikkan.

Penyidik Kejari Tanggamus, Nigge Pane mewakili Kasi intel Kejari menyampaikan, laporan yang disampaikan pihak LSM LIPAN DPD Tanggamus, saat ini sudah ditindaklanjuti dan pihaknya sedang melakukan penyelidikkan.

“Sudah kami proses, pihaknya juga telah melakukan pemanggilan kepada pihak terkait guna kelengkapan data. Sementara ini, pemanggilan dilakukan terhadap Kepala Sekolah, Bendahara Komite, Bendahara BOS serta Ketua Komite untuk diminta keterangan,”ujarnya.

Sementara itu, kata Nigge, selanjutnya akan dipanggil juga pihak MKKS – nya, sesuai tupoksi termasuk Bendahara PIP. Dijadwalkan Minggu depan akan dilakukan pemanggilan.

“Proses berjalan dan terus dilakukan pendalaman sesuai undang-undang yang berlaku tentang pembiayaan sekolah,”jelasnya.

Sebelumnya, Kepala SMK N 1, Sri  Purwatiningsih, mengakui adanya pemotongan dana PIP dan dipergunakan untuk biaya operasional sekolah termasuk gaji guru honor.

Diterangkan oleh Ketua DPD LSM LIPAN Tanggamus, Musanif Amran bahwa,  mengenai laporan yang ada berdasarkan temuan tim. Pertama, muncul dari Uang Daftar Ulang (DPS), padahal berdasarkan Perpres No, 87 tahun 2016 ada 58 item kategori pungli di sekolah, termasuk penarikan daftar ulang siswa siswi,

Terparahnya Pemotongan dana PIP diperuntukan membayar gaji honor guru. Padahal gaji guru honor sudah diatur dalam Juknis BOS, 15 persen dari total dana BOS, itu diperuntukkan untuk membayar gaji honor guru.

“Dasar ini lah kami melaporkan ke Kejari untuk dilakukan penyelidikan lanjut serta penyidikan sesuai dengan tugas Tim Saber Pungli,”ungkap Musanif. (Tim)

LEAVE A REPLY