Pilkakon Di 220 Pekon Se – Tanggamus 2020 Capai 500 Lebih Calon Kakon

0
1563

Tanggamus, Lampungsai.com – Pemilihan Kepala Pekon (Kakon) di Kabupaten Tanggamus, di 2020 mencapai 500 orang calon Kakon. Kabag Tata Pemerintahan Setdakab setempat menyatakan, jumlah tersebut masih sementara.

“Jumlah tersebut masih sementara, sebab belum seluruh Panitia Pemilihan Kakon melapor terkait jumlah calon Kakon di tempatnya masing-masing. Yang baru terdata saat ini baru 500 orang calin,”kata Kabag Tapem, Wawan Haryanto. Selasa 11 Februari 2020.

Wawan menjelaskan, batas pendaftaran calon Kakon ditutup secara serentak di 220 Pekon, pada Minggu, 9/2 (kemarin) pukul 24.00 WIB. Selanjutnya Panitia Pilkakon, akan melaporkan calon yang daftar kepada pihaknya.

Hasil laporan sementara sudah banyak Pekon yang pendaftar Calon Kakon – nya, lebih dari lima calon. Sementara ini ada 11 Pekon yang calonnya lebih dari lima.

Pekon itu ada di Kecamatan Semaka dua Pekon, di Kecamatan Bandar Negeri Semong (BNS) tiga Pekon, Kecamatan Gisting dua Pekon, Kecamatan Pulau Panggung dua Pekon, sedangkan di Kecamatan Ulu Belu ada dua Pekon. Terbanyak calonnya di Pekon Gunung Meraksa, Kecamatan Pulau Panggung ada 14 calon, Pekon Petai Kayu dan Gunung Tiga. Di Kecamatan Ulu Belu, masing-masing sembilan calon.

Wawan melanjutkan, antusias animo masyarakat yang ingin mendaftar sebagai calon Kakon, karena diiringi oleh beberapa faktor yakni karena adanya Dana Desa yang nilainya sangat fantastis lebih dari Rp 1,2 Miliar/Pekon.

Calon Kakon boleh berasal dari mana saja, bukan lagi warga setempat, usia calon Kakon tidak dibatasi lagi sesuai dengan Permendagri dan Peraturan Daerah Tanggamus.

Lantas dengan membludaknya calon kakon, maka sesuai aturan harus dibatasi maksimal lima orang satu pekon. Sehingga jika ada lebih dari lima nanti akan diseleksi untuk penentuan lima calon saja.

“Untuk seleksi pembatasan jumlah calon digelar 3-4 Maret. Kami rencananya bekerja sama dengan Universitas Lampung untuk seleksi dengan sistem CAT (computer assisted test). Maka seleksinya di sana,” terang Wawan.

Selanjutnya terkait perkara Pekon Banjar Agung Udik, Kecamatan Pugung yang beberapa waktu lalu timbul masalah soal pemahaman domisili asal calon kakon sudah selesai.

Menurut Wawan, hal itu karena kesalahan panitia yang masih memasang pengumuman syarat calon kakon harus sudah tinggal minimal dua tahun di pekon setempat. Padahal aturan itu sudah tidak berlaku karena kini menerapkan aturan Permendagri no 65 tahun 2017 dan perda no 17 tahun 2019 tentang asal calon kepala pekon.

“Calon kakon adalah warga negara Indonesia yang dibuktikan dengan KTP, maka bukan warga setempat tapi warga Indonesia. Sehingga dari mana saja boleh daftar asalkan penuhi persyaratan yang telah di tetapkan, ” terang Wawan.

Ia menambahkan hal itu didasari putusan Mahkamah Konstitusi yang beri kebebasan asal calon kepala desa. Dan kini kabupaten yang berjuluk Bumi Begawi jejama ini sudah menerapkan aturan tersebut.

“Akhirnya masalah di Pekon Banjar Agung Udik calon kakon dari luar pekon boleh mendaftar dan permasalahan selesai telah clear,” ujar Wawan.

Di luar itu, kini panitia pilkakon sedang melanjutkan tahapan berikutnya untuk verifikasi pemilih yang masuk daftar pemilih sementara (DPS) agar bisa menjadi daftar pemilih tetap (DPT).

“DPS diumumkan pada 4-11 Februari dan untuk DPT diumumkan 11-12 Maret. Maka sekarang panitia dan masyarakat boleh ajukan perbaikan daftar pemilih sebelum ditetapkan jadi DPT,” tandasnya. (Rd/Budi WM)

LEAVE A REPLY