PERADA Kota Metro Gelar Dialog Dengan “Fran” Salah Satu Akademisi Dan Ahli Ilmu Teknologi

0
636

Kota Metro, Lampungsai.com – Dewan Pimpinan Kota (DPK) Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PERADA) Kota Metro resmi berdiri dan dilantik. Usai pelantikan, dilangsungkan juga dialog antara pemuda – pemudi yang tergabung dalam PERADA dengan Akademisi sekaligus Dosen serta ahli digitalisasi, Fritz Ahkmad Nuzir (Fran). Rabu, 22 Januari 2020.

Ketua DPK PERADA Kota Metro, I Putu Setiawan mengatakan, kegiatan pelantikan itu sekaligus dilakukan dialog pemuda – pemudi yang saat ini sudah jarang dilakukan.

“Saat ini kalangan pemuda dan pemudi sudah jarang duduk bareng, saling sharing, tukar ilmu pengetahuan dan pengalaman, yang tentunya menghasilkan rumusan – rumusan berguna untuk mengembangkan kreatifitas pemuda – pemudi dan juga untuk pembangunan Kota Metro kedepan,”katanya.

Dalam dialog, Putu mengungkapkan, mengangkat tema “Peran Pemuda Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. Tema ini pada dasanya untuk Kota Metro juga yang mengarah pada Smart City, salah satu hal kecil menyediakam Wi-Fi. Konsep Samrt City dapat teralisasi tergantung dari pada Pemerintah itu sendiri

Ketua DOK PERADA Kota Metro, I Putu Setiawan.

“Kita kalau bicara Smart City, minimal tiap-tiap pojok kota ada sarana wi-fi. Makanya sangat perlu adanya jaringan terkoneksi, baik di taman-taman atau di tempat-tempat ibadah yang biasa dikunjungi orang. Artinya, Pemerintah harus duduk bersama membahas dan mengkaji ide – ide yang sudah ada,”ujarnya.

Berkenaan ini, kata I Putu Setiawan, konsep Smart City tentu mengenai juga dunia digital, maka mengundang akademisi, dosen sekaligus ahli teknologi, Fritz Akhmad Nuzir yang akrab disapa Mas Fran.

“Kami memandang sosok Mas Fran sebagai akademisi, dosen dan ahli digitalisasi, sangat pas untuk memberikan ilmunya kepada para pemuda – pemudi PERADA, yang juga diharapkan dapat membawa perubahan memajukan Kota Metro dengan menyertakan ide Smart City,”ungkapnya.

Jika hal ini terwujud, Putu melanjutkan, maka Kota Metro akan menjadi corong di Provinsi Lampung yang sukses melaksanakan Revolusi Industri 4.0. Artinya tidak melulu membahas soal pembangunan infrastruktur fisik.

“Sudah seharusnya kita bicara soal SDM dan jaringan. Jika sudah terkoneksi semua. Kita sudah harus mengarah kesana. Untuk itulah sosok mas Fran kita minta hadir dan sharing dengan kita karena beliau ahli dalam hal itu,”pungkasnya.

Untuk diketahui, di sesi dialog kepada pemuda – pemudi PERADA yang merata usia produktif, Fritz Akhmad Nuzir (Fran) menyampaikan, sebagai pemuda dan pemudi, harus aktif dan tidak berpangku tangan hanya diam di rumah saja. Khususnya kepada I Putu Setiawan selaku Ketua DOK PRADA Kota Metro yang baru beberapa bulan menyelesaikan kuliah di Unila.

Bekal ilmu yang didapat semasa kuliah oleh Putu itu harus diaplikasikan. Bagaimana gelar itu apakah menjamin kompetensi dan apakah kelulusan itu dapat menjamin  kesiapan untuk berkarya.

“Nah makanya sekarang bli Putu sudah diberikan sebuah pintu atau sebuah kendaraan untuk berkarya. Maka kedepannya nanti tantangan inilah yang harus dijawab,”kata Fran.

Dikatakan Fran acara kumpul-kumpul ataupun sharing sangat bermanfaat, apalagi berdiskusi dengan orang yang tepat akan melahirkan suatu ide-ide yang tepat juga.

“Mungkin kedepannya nanti kita harus sering ngobrol dalam momen-momen yang informal,”ujar dosen arsitektur UBL itu.

Dalam kesempatan itu juga Fran mengatakan, dirinya mempunyai satu singkatan “NGOPI” Ngobrol Perkara Kolaborasi, Progres dan Inovasi.

Tiga tema itu merupakan tuntutan dalam pembangunan sebuah kota modern. Jadi harus ada upaya yang bertujuan untuk maju. Meskipun bicara soal pembangunan, konsep kota modern juga menyarankan agar menyetir istilah “jasmerah” jangan melupakan sejarah perkataan Bung Karno, namun jadikanlah kata-kata itu gambaran untuk maju di masa depan.

“Kita kaum muda ini harus memiliki visi kedepannya dan juga harus ada perencanaan yang matang, jangan hanya sebatas bermimpi. Seorang pemuda harus memiliki inovasi,”jelasnya. (*)

LEAVE A REPLY