Pemkot Metro Larang PKL Jualan Di Tepi Jalan

0
98
Lampungsai.com, Kota Metro – Dinilai menjadi salah satu penyebab kemacetan, sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan Ahmad Yani, Kecamatan Metro Timur diminta pindah oleh Pemerintah Kota Metro melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Metro.
Imbauan itu disampaikan Satpol-PP dan mulai diberlakukan pada Jum’at (17/5/2024) besok. Jika masih ditemukan PKL yang mengindahkan imbauan tersebut, petugas SatPol-PP bakal melakukan penertiban.
Dari pantauan media, sejumlah petugas bidang operasi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol-PP Kota Metro melakukan sweeping ke sepanjang Jalan Ahmad Yani hingga pasar Tradisional Tejoagung, Kecamatan Metro Timur.
Petugas mendatangi satu persatu PKL di sepanjang jalan tersebut dan memberikan imbauan secara lisan agar mulai besok tidak lagi berjualan di badan jalan.
Kepala Satpol-PP Kota Metro, Jose Sarmento Piedade melalui Danton Trantibum, Jamani menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin bidangnya.
“Kegiatan kita di bidang ops trantibum ini adalah kegiatan rutinitas, jadi pada hari ini kita memberikan himbauan kepada PKL supaya tidak berdagang di badan jalan,” katanya. Kamis (16/5/2024).
Ia menjelaskan bahwa PKL di sepanjang jalan tersebut hanya diizinkan berjualan mulai pukul 16.00 WIB hingga malam hari.
“Di sepanjang Jalan Ahmad Yani ini PKL tidak boleh berdagang di bahu jalan mulai dari pagi sampai dengan sore hari. Jadi dari rumah sakit sampai ke arah sini, itu diperbolehkan berdagang pada saat sore hari hingga malam,” ungkapnya.
Jamani juga menegaskan, jika para PKL masih membandel dengan berjualan pada jam-jam yang dilarang, maka petugas bakal melakukan penertiban dan mengamankan barang dagangannya ke kantor Sat Pol-PP.
“Mulai besok, PKL tidak diperkenankan berjualan di sepanjang badan jalan Ahmad Yani. Kami akan secepatnya melakukan penertiban, jika para PKL masih tetap Berdagang di bahu jalan,”tegasnya.
Selain memberikan imbauan, Satpol-PP juga melakukan penertiban atribut iklan yang terpasang di pohon penghijauan serta fasilitas umum, sesuai Perda Nomor 7 tahun 2017 tengang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3). (Red)

LEAVE A REPLY