Pemkab Tanggamus Kurang Peduli Terhadap Warga Penyandang Disabilitas, Ordisa Diduga Potong Dana Bantuan

0
402

Tanggamus, Lampungsai.com – Pihak Pemerintah Kabupaten Tanggamus, dinilai tak peduli akan masyarakat seutuhnya, terkhusus bagi warga masyarakat penyandang disabilitas (Difabel) dan tak mampu.

Kurang peduli dan tak adanya perhatian Pemerintah tersebut, diungkapkan oleh Zumroh (Disabilitas) warga Pekon Way Harong, Kecamatan Air Naningan, kepada tim Media Via Telephone. Rabu, 08 Januari 2020.

Didampingi Sekdes Pekon Way Harong, Nurhadi dan dua orang warga disabilitas lain, Zumroh (27) mengatakan sebelumnya, minimnya perhatian pemerintah setempat kepada penyandang disabilitas khususnya cacat kaki.

Sampai saat ini pun belum pernah mendapat bantuan apapun. Dulu, pernah mendapatkan bantuan kaki palsu dari Pemerintah Tanggerang, bukan dari Pemkab Tanggamus.

“Dan Saya pernah ke Rumah Sakit Pringsewu, menurut dokter, saya disarankan untuk jangan dipakai lagi kaki palsu ini, karena saya merasa tidak nyaman, akhirnya saya menuruti saran dokter,”katanya.

Pemerintah setempat, Zumroh melanjutkan, diharap bisa membantu hingga para penyandang disabilitas bosa mandiri, agar kedepan tidak selalu bergantung dari bantuan dengan menciptakan program yang bisa membuat para penyandang disabilitas berdaya guna, baik secara sosial maupun ekonomi kreatif

“Waktu itu saya pernah ikut program pelatihan Penyandang Disabilitas di Kecamatan Gisting. Kami semua diajarkan membuat kerajinan tangan. Kami berharap kedepan kami bisa mengaplikasikan keterampilan kerajinan tangan itu sendiri, agar bisa seperti orang lain pada umumnya,”ungkapnya.

Zumroh juga menjelaskan, sebenarnya para penyandang disabilitas mempunyai komunitas Ordisa di Kabupaten Tanggamus, namun hanys karena sebuah keluhan dan di muat dalam sebuah pemberitaan media online. Dirinya di coret (Black List) dan diancam pihak Komunitas akan dilaporkan atas dasar pencemaran nama baik pengurus Komunitas.

“Saya hanya menyampaikan keluhan hati yang dialami bersama kedua temannya. Belum lagi adanya dugaan potongan dana sebesar Rp700 Ribu dari Rp2,5 Juta bantuan yang semestinya kami terima. Kenapa saya justru diancam oleh pengurus Komunitas,”ungkap Zumroh.

Terpisah, tim media berupaya menemui dan menghubungi pigak pengurus Komunitas Ordisa dan Dinas terkait, belum satupun pihak yang dapat di hubungi dan ditemui untuk di konfirmasikan. (AJO Indonesia)

LEAVE A REPLY