Pelaku Ujaran Kebencian Suku Lampung Dibekuk Satreskrim Polres Tulang Bawang

0
21

Tulang Bawang, Lampungsai.com – Pelaku ujaran kebencian di Sosial Media (Sosmed) terhadap suku Lampung, di bekuk tim Satreskrim Polres Tulang Bawang. Pelaku inisial AN alias GE (21) warga Tiyuh (Kampung) Indraloka I, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawantg, ditangkap pada Jumat, 08 Februari 2019, sekitar pukul 04.00 WIB, saat turun di loket Bus Lorena, Pasar Unit II, Kabupaten setempat.

Kasat Reskrim AKP Zainul Fachry, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Syaiful Wahyudi, mengatakan, AN alias GE ditangkap berdasarkan laporan dari Mukhlisi Alfian (61), warga Menggala, Tulang Bawang. Tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP / 301 / X / 2018 / Polda Lpg / Res Tuba, tanggal 19 Oktober 2018.

Pelaku memposting gambar tugu pengantin yang disertai status penghinaan terhadap suku lampung di akun FB (facebook), hari Kamis (11/10/2018), sekira pukul 11.53 WIB. Akibatnya pemilik akun FB yang telah di hack oleh pelaku sering mendapatkan ancaman, karena telah dinilai sebagai orang yang memposting gambar disertai status tersebut dan menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Petugas kami lalu melakukan penyelidikan untuk mencari tau siapa pelakunya. Pelaku yang sempat melarikan diri ke Jakarta, berhasil ditangkap saat akan kembali pulang ke rumahnya,”katanya.

Masih kata Kapolsek, saat ditangkap, pelaku sempat berkelit dan tidak mengakui perbuatannya, setelah pelaku dibawa ke rumahnya dan dilakukan penggeledahan serta ditemukan HP (handphone) Lenovo A1000 warna hitam di dalam kamar adiknya.

“Pelaku baru mengakui perbuatannya dengan alasan pelaku melakukannya perbuatan tersebut, agar Sahuri yang merupakan pemilik akun FB yang di hack oleh pelaku, dibenci dan dicelakai oleh warga, karena menurut pelaku semenjak Sahuri ikut perguruan Setia Hati, dia menjadi sok-sok,”jelas AKP Zainul.

Kapolsek melanjutkan, dalam perkara ini, petugas menyita barang bukti berupa satu lembar screenshot postingan yang diunggah oleh pelaku di akun FB, akun FB Hury Caak Ciliek Owye dan HP Lenovo A1000 warna hitam.

“Atas perbuatan pelaku akan di jerat dengan Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1 Miliar,”jelasnya.(Ari)

LEAVE A REPLY