Paripurna Raperda Penyampaian LKPj TA 2017, Wali Kota Sampaikan Catatan Laporan Keuangan

0
72
Wali Kota Metro A.Pairin saat membacakan catatan laporan dalam penyampaian Raperda LKPj TA 2017 pada rapat paripurna di Gedung DPRD setempat./rilis

Kota Metro, Lampungsai.com – Rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang penyampaian pertanggung jawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran (TA) 2017, di susun berdasarkan laporan keuangan Pemerintah Kota Metro 2017 serta telah melalui audit BPK RI yang cukup panjang pada 28 Mei 2018, lalu.

“Pemerintah Kota Metro juga telah menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan mendapat nilai WTP atas LKPD TA 2017, di BPK RI Perwakilan Lampung. WTP itu di terima yang ke 8 kalinya,”

Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda (Tengah) bersama wakil Ketua dan Wali Kota A.Pairin dalam rapat paripurna./Rilis

Demikian di sampaikan Wali Kota Metro A.Pairin, membaca catatan laporan pelaksnaaan APBD TA 2017, pada rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD setempat dengan agenda penyampaian Raperda tentang Pertanggung jawaban pelaksanaan APBD TA 2017. Kamis 05 Juli 2018.

Dijelaskan Pairin, Raperda tersebut memuat 6 jenis laporan keuangan pokok yaitu laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran lebih, laporan arus kas, laporan operasional neraca, laporan perubahan ekuitas serta catatan atas laporan keuangan.

Realisasi Pendapatan asli daerah selain berasal dari penerimaan pajak dan Retribusi Daerah, melainkan juga berasal dari  Realisasi Pendapatan BLUD RSUD A Yani dan BLUD Puskesmas serta dana JKN pada Puskesmas non BLUD.

Pairin juga memaparkan, selain itu, berdasarkan perbandingan total pendapatan selama tahun anggaran 2017, terjadi surplus neraca sebesar Rp54,17 Milliar. Surplus tersebut di kalkulasi dengan pembiayaan netto sebesar Rp52,15 M. Maka pada perhitungan realisasi anggaran tahun 2017, diperoleh nilai sisa lebih pembiayaan anggaran atau Silpa sebesar Rp106,33 Milliar.

Silpa tersebut, terdiri dari, silpa pada kas daerah sebesar Rp93,3 M, silpa pada BLUD RSU A.Yani sebesar Rp11,45 M, silpa pada kas BLUD Puskesmas sebesar Rp1,19 M, silpa dana JKN pada Puskesmas non BLUD sebesar Rp218,09 Juta, serta Sulpa  pada kas dibendahara BOS sebesar Rp125,2 Juta.

“2017 merupakan tahun ketiga penerapan standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual yang terdapat pada neraca dan laporan operasional. Neraca Pemerintah Kota Metro sampai dengan 31 Desember 2017, nilai total aset Pemkot metro sebesar Rp 2,01 Triliun, nilai kewajiban sebesar Rp31,9 Millar dan nilai ekuitas sebesar Rp1,98 triliun,”kata Pairin. (Rilis/Red)

LEAVE A REPLY