Pansus LPJ DPRD Kota Metro, Akan Panggil Perusahaan Yang Bergerak Di Bidang CPO

0
1204
Nasriyanto Effendi saat di konfirmasikan di ruang kerjanya./Red

Metro, Lampungsai.com – Panitia Khusus Laporan Pertanggungjawab (LPJ) Walikota Tahun Anggaran 2016 DPRD Kota Metro, akan panggil pihak perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan Minyak Crude Palm Oil (CPO) yang akrab di kenal warga sekita Kelurahan Banjarsari Kecamatan Metro Utara, Pabrik Tomo.

Tim Pansu LPJ DPRD Kota Metro bersama tim teknis Dinas PU sat kroscek lokasi Jalan Walet Kelurahan Banjarsari Metro Utara./Red

Pemanggilan yang akan di lakukan tersebut, sebatas klarifikasi mempertanyakan kontribusi Perusahaan tersebut kepada Pemerintah. Menyusul akan dibangunnya Jalan Walet Kelurahan setempat, ke spesifikasi Rijid (Cor), kurang lebih sepanjang 800 Meter oleh Dinas PU setempat.

“Atas nama pansus LPJ Walikota, akan panggil pihak perusahaan. Menyusul rencana pembangunan Jalan Walet yang selama ini, kondisinya rusak parah karena armada perusahaan pengangkut Crude Palm Oil (CPO). Sementara jalan itu kapasitasnya bukan kapasitas bertonase besar,”

Demikian dikatakan Anggota Pansus LPJ DPRD Kota Metro Nasriyanto Efendi, diruang kerjanya, Rabu 12 Juli 2017.

Menurutnya, dalam hal ini, tim bersama pihak Dinas PU sudah kroscek lapangan (Jalan Walet), lokasi itu merupakan lintas utama perusahaan itu. Yang menjadi tanya adalah, selama adanya perusahaan tersebut dan beroperasi, apakah telah melaksanakan kewajiban sebagaimana kontribusi untuk Pemerintah serta kepeduliannya kepada lingkungan yang berbentuk Corporate Sosial Responsibility (CSR).

“Kita Fokuskan dengan jalan Walet tersebut, sekaligus mempertanyakan hal yang memang menjadi kewajiban perusahaan terkait lingkungan dan sosial,”ujarnya.

Diketahui juga, Nasriyanto menambahkan, bahwa PT itu tidak hanya bergerak dibidang CPO tetapi bergerak di bidang penerangan atau listrik tenaga air, serta penggemukan sapi.

“Ini patut di pertanyakan lebih dalam, akses dan dampak sangat banyak terlebih pada lingkungan. Tentu harus ada responnya terhadap warga sekitar dan lingkungan. Ini yang pokok inti dipertanyakan dengan memanggil pihak terkait (PT),”imbuhnya.

Diketahui, yang bergerak di bidang CPO juga terdapat bidang usaha lain yakni peternakan sapi. Hasil pantauan, limbah kotoran penggemukan sapi tersebut, disinyalir belum pernah sama sekali di kroscek pihak Dinas Lingkungan Hidup.

Sementara, lokasi limbah kotoran sapi berada di tepi atau bibir sungai aliran Dam Raman, tepatnya areal persawahan belakang PT tersebut yang akrab di kenal warga sekitar Pabrik Tomo.

Menyinggung soal lingkungan hidup, memang sudah selayaknya setiap perusahaan BUMD/BUMN dan Swasta, wajib memberikan konfensasi kepada masyarakat berupa Corporate Sosial Responsibility (CSR). Hal itu tertuang dalam UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang perseroan terbatas (PT) serta PP Nomor 47 Tahun 2014 tentang tanggungjawab sosial dan lingkungan.(Red)

 

LEAVE A REPLY