OTT KPK, Khamamik Dan Adik Ipar Ditetapkan Tersangka

0
118
Bupati Khamamik Tiba Di geduk KPK./Jn/Sinarlampung/Baginda/Red

Jakarta, Lampungsai.com – KPK RI tetapkan Bupati Mesuji, Khamamik serta adiknya “Tersangka” kasus dugaan suap proyek infrastruktur Kabupaten yang dipimpinya.

“KPK menetapkan lima orang tersangka sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan.  Lima tersangka itu terdiri dari penerima suap, yakni Khamami, adik Bupati Mesuji yang merupakan pihak swasta Taufik Hidayat, dan Sekretaris Dinas PUPR sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen Wawan Suhendra,”kata Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan saat konferensi pers, di Gedung KPK Jakarta. Kamis 24 Januari 2019 (malam).

Basaria menjelaskan, dari pihak pemberi suap, tersangkanya adalah Sibron Azis pemilik PT Jasa Promiz Nusantara dan PT Secilia Putri, serta Kardinal dari pihak swasta. Ketiga tersangka penerima, disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Sedangkan, kedua tersangka pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Masih menurutnya, Khamami diduga menerima Rp1,28 Miliar dari Sibron melalui sejumlah perantara. Uang itu diduga merupakan fee pembangunan proyek infrastruktur di Mesuji.

“Diduga fee tersebut merupakan pembayaran fee atas empat proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh 2 perusahaan milik Sibron Azis,”ujar Basaria.

KPK menduga uang itu bukanlah pemberian pertama.

KPK telah mendeteksi pemberian sebelumnya sebesar Rp200 Juta dan Rp100 Juta.

Basaria menyebut para penerima suap dikenakan pasal 12 huruf a atau huruf b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) KUHP. Sementara, para pemberi suap dijerat dengan pasal 5 ayat (1) huru a atau huruf b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, KPK mengamankan 11 orang, termasuk Khamami, dalam OTT di tiga lokasi di Bandar Lampung, Lampung, dan Mesuji. KPK juga menyita uang Rp1,28 Milliar yang diduga terkait fee pembangunan proyek-proyek infrastruktur.

Daftar kelima tersangka dalam kasus dugaan suap proyek Infrastruktur di Mesuji tersebut yakni:

Diduga sebagai penerima:

1. Khamami (Bupati Mesuji)

2. Taufik Hidayat (Adik dari Khamami)

3. Wawan Suhendra (Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mesuji)

Diduga sebagai pemberi:

4. Sibron Azis (Pemilik PT Jasa Promix Nusantara dan PT Secilia Putri)

5. Kardinal (swasta).

Bupati Mesuji, Khamami mampu mengumpulkan Pundi Harta Tiap Tahun.

Khamamik yang baru saja ditangkap KPK melalui OTT, memiliki kekayaan hingga puluhan miliar. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) bertanggal 19 September 2016 mencatat kekayaan Bupati Khamami Rp22,4 Milliar.

Jumlah kekayaan Khamami itu bertambah sekitar Rp8 Milliar, jika dibandingkan dengan LHKPN pada 17 Juli 2011.

Artinya, rata-rata dalam satu tahun Khamami mampu menambah pundi-pundi kekayaannya sekitar Rp1,5 Milliar.

Dari data LHKPN tahun 2016, Khamami tercatat memiliki 41 bidang tanah yang tersebar di Provinsi Lampung,  jika digabungkan nilainya mencapai Rp10,3 Milliar. Khamami juga tercatat memiliki belasan kendaraan roda dua dan empat yang saat digabungkan nilainya menjadi Rp2,5 Milliar.

Di bidang usaha, aset Khamami pada 2016 meningkat pesat dibandingkan dengan 2011.

Pada 2011, aset usaha Khamami senilai Rp1,4 Milliar, selang lima tahun kemudian nilai asetnya menjadi Rp10,3 Milliar. Dari laporan itu, usaha milik Khamami yang pesat pertambahan nilainya adalah usaha burung walet dan perkebunan singkong. (Sinarlampung/Jun/Red)

 

LEAVE A REPLY